Lima (AFP/ANTARA) - Setidaknya tiga orang tewas dan 20 orang terluka dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan demonstran yang memprotes sebuah rencana tambang emas senilai 4,8 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp45,2 triliun) oleh perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat, Newmont, di wilayah utara Peru.
Remaja berusia 17 tahun turut tewas dalam kejadian tersebut, dan 15 orang juga ditangkap di proyek pertambangan Conga, kata jaksa wilayah Cajamarca, Ezperanza Leon kepada radio RPP.
Lebih dari 1.000 pengunjuk rasa melemparkan batu ke kantor-kantor pemerintah di kota Celendin, dan polisi membalas dengan menembakkan gas air mata dan menggunakan pentungan untuk membubarkan kerumunan massa, menurut laporan media lokal.
Selama bentrokan tersebut, dua petugas polisi terluka oleh "pistol yang ditembakkan pengunjuk rasa yang mencoba mengambil alih Celendin," kata kementerian dalam negeri. Kementerian itu menuduh demonstran melakukan "tindakan kriminal.”
Pemerintah Peru mengumumkan keadaan darurat dan memobilisasi pasukan keamanan di Cajamarca.
Para demonstran mengatakan bahwa proyek pertambangan Conga akan mencemari danau dan sungai di daerah itu, yang juga bisa mencemari sumber pasokan air.
Demonstrasi itu terjadi setelah Wali Kota Celendin, Mauro Arteaga, mengatakan bahwa dirinya mendukung proyek tersebut.
Conga disetujui pada 2010 oleh pemerintahan mantan presiden Alan Garcia. Penggantinya, Presiden Ollanta Humala juga mendukung proyek itu tetapi menegaskan bahwa potensi dampak terhadap lingkungan dari tambang itu harus kembali dipertimbangkan.
Proyek tambang dengan sistem lubang terbuka itu, berlokasi sekitar 3.700 meter di atas permukaan laut, akan mengarahkan pergerakan air dari empat danau yang memiliki kedudukan tinggi di pegunungan Andes ke waduk yang akan dibangun perushaan tersebut.
Konstruksi akan mulai dikerjakan pada 2014. (jk/ik)

