H+5 Terperangkap

Densus Telusuri Keberadaan Kelompok Pengajian Al Qiyadah

Jakarta (ANTARA) - Anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menelusuri keberadaan kelompok pengajian Al Qiyadah yang diduga tempat berkumpul pelaku teroris Muhammad Toriq (30).

"Dari pengembangan Toriq ikut pengajian yang belum diketahui lingkungannya, namun namanya Al Qiyadah," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Kamis.

Rikwanto mengatakan Al Qiyadah tidak berada di lingkungan Jalan Teratai 7 RT02/04 Tambora, Jakarta Barat, yang menjadi tempat tinggal keluarga Toriq dan ibunya, Iyot.

Penyidik menduga Toriq masuk kelompok pengajian Al Qiyadah karena menemukan lembaran yang menunjukkan Toriq aktif pada perkumpulan pengajian tersebut di rumah Iyot.

Rikwanto mengungkapkan Toriq bekerja serabutan sebagai penjual pulsa dan terima perbaikan telepon selular.

Petugas kepolisian mencurigai Toriq mengetahui ilmu elektronik untuk merakit bom karena mengerti cara memperbaiki telepon selular.

Sebelumnya, warga melihat kepulan asap dan mencium bahan yang diduga mesiu di rumah yang dihuni Toriq di Jalan Teratai 7, RT 02/04, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Rabu, sekitar pukul 14.30 WIB.

Warga sempat mendatangi rumah milik Iyot tersebut, guna mencari penyebab kepulan asap itu, namun Toriq melarikan diri ke arah Jembatan Lima, Tambora.

Polisi menyita barang bukti berupa lembaran panduan merakit bom, tiga kardus yang berisi botol, lakban, dua botol berisi paku, kaleng makanan, baterai, charger telepon selular, potongan pipa dan kabel, serta bahan lainnya.

Saat ini, polisi mengamankan istri Toriq, Yanti bersama anaknya, serta ibundanya, Iyot, sedangkan Toriq diduga melarikan diri.(rr)




PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.