Deportasi Herring Ditunda Setelah Meludahi Kru Pesawat

Sydney (AFP/ANTARA) – Para pejabat Australia pada Jumat, mempertimbangkan untuk mendeportasi seorang pembunuh asal Inggris setelah ditarik dari dua penerbangan komersial setelah dilaporkan meludahi kru dan berteriak senonoh setelah lepas landas.


Keith Herring merusak sebuah telepon dari tempat duduk pasawat dan mengencinginya dalam sebuah sel ketika para petugas berusaha untuk mendeportasinya ke Inggris pada Kamis, ujar surat kabar Australia.


Ini merupakan kedua kalinya dalam beberapa hari ini, dia menunjukkan penolakannya melalui perilakunya setelah beberapa rencana gagal menempatkannya dalam penerbangan komersial pada Rabu, ujarnya.


Seorang petugas departemen imigrasi mengonfirmasi dua upaya tersebut.


“Dia bertingkah tidak baik dalam serangkaian cara dan sebuah keputusan dibuat oleh departemen dalam sebuah konsultasi yang dilakukan dengan pihak penerbangan bahwa kami tidak menginginkan risiko adanya kecelakaan dengan para penumpang dan kru, sehingga kami membawanya keluar dari pesawat tersebut,” ujar juru bicara kepada surat kabar.


Juru bicara lainnya mengatakan kepada AFP bahwa pihak berwenang menetapkan untuk mendeportasi pria yang berusia 66 tahun tersebut secepat mungkin dan dalam cara yang efektif “dengan biaya yang paling hemat” namun keputusan akhir belum ditetapkan bagaimana melakukannya.


Beberapa laporan mengatakan penerbangan tersebut membutuhkan anggaran sebesar satu juta dolar Amerika (sekitar Rp 9,54 miliar).


Herring menerima sebuah visa imigrasi pada 1988 meskipun tercatat memiliki sejarah panjang kriminal di Inggris dan setahun kemudian menewaskan istrinya yang lahir di Filipina di dalam rumahnya, di Sydney.


Dia dijatuhi hukuman 22 tahun penjara atas kasus pembunuhan pada 1999 ditambah jangka waktui tahanan dua atau setengah tahun karena perilakunya saat menjalani persidangan di antaranya mengekspos dirinya sendiri, menyebut jaksa “siput gemuk,” dan berusaha menyerang hakim, ujar laporan tersebut.


Pihak berwenang yang menangani imigrasi membatalkan visanya karena alasan tingkah lakunya, yang berarti mendeportasinya setelah dia dibebaskan dari penjara. Dia dilaporkan berada dalam tahanan imigrasi sejak dibebaskan pada Juni. (dh/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.