PBB, New York (ANTARA/Xinhua-OANA) - Dewan Keamanan PBB, Jumat (19/10), dengan keras mengutuk serangan bom mobil di pusat Kota Beirut, Ibu Kota Lebanon, dan menyebutnya sebagai serangan teror.
"Anggota Dewan Keamanan menyampaikan sipati terdalam dan belasungkawa kepada keluarga korban aksi keji ini dan kepada rakyat serta pemerintah Lebanon," demikian isi pernyataan pernyataan yang dikeluarkan kepada pers di Markas PBB, New York, oleh Wakil Tetap Guatemala di PBB Gert Rosenthal. Delegasi Rosenthal memangku jabatan presiden bergilir Dewan Keamanan untuk Oktober.
Badan 15 anggota tersebut kembali menegaskan bahwa aksi teror dalam segala bentuk dan perwujudan merupakan salah satu ancaman paling serius bagi keamanan dan perdamaian internasional. Dan setiap tindakan teror adalah kejahatan dan tak bisa dibenarkan, "tak peduli motivasinya, dilakukan di mana pun, kapan pun dan oleh siapa pun juga".
"Semua anggota Dewan Keamanan kembali menyampaikan tekad mereka untuk memerangi segala bentuk aksi teror, sejalan dengan tanggungjawabnya berdasarkan Piagam PBB," kata pernyataan tersebut, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Sabtu pagi.
Wissam El Hassan, pejabat senior keamanan Lebanon, dan delapan orang lagi tewas dalam serangan bom mobil tersebut di Beirut timur, kata laporan media.
Lebih dari 80 orang cedera dalam ledakan itu, yang pertama di Beirut sejak 2008.
Pemboman tersebut terjadi di tengah percekcokan dan ketegangan tinggi di Lebanon, tempat aliran agama terpecah antara mereka yang mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad dan kelompok yang mendukung oposisi yang berusaha menggulingkan dia.
Di dalam pernyataan itu, Dewan Keamanan menggaris-bawahi perlunya untuk menyeret para pelaku, pelaksana, penunjang dana dan penaja aksi kejahatan tersebut ke pengadilan. Dewan itu juga menyampaikan tekadnya untuk mendukung semua upaya dan komitmen pemerintah Lebanon dalam menghadapi masalah tersebut.
Anggota Dewan itu juga menyampaikan kembali pengutukan mereka atas setiap upaya untuk merusak kestabilan di Lebanon melalui pembununan politik dan menuntut segera diakhirinya penggunaan intimidasi serta kekerasan terhadap tokoh politik.
"Mereka menyeru semua rakyat Lebanon agar memelihara persatuan nasional dalam menghadapi upaya semacam itu guna merusak kestabilan di negeri tersebut dan menyeru semua partai Lebanon agar terus terlibat dalam Dialog Nasional yang diluncurkan kembali di bawah Presiden Sleiman ...," kata pernyataan itu.
Sementara itu, Dewan tersebut menggaris-bawahi pentingnya penghormatan penuh bagi keutuhan wilayah, persatuan dan kedaulatan Lebanon dan wewenang Negara Lebanon sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan. (jk)

