H+5 Terperangkap

Dewan Usulkan Dana Cadangan untuk Kendalikan Harga

Kediri (ANTARA) - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri, Jawa Timur, mengusulkan agar pemerintah kota mengalokasikan anggaran untuk keperluan dana cadangan guna mengendalikan kenaikan harga pasar.

"Pemkot harus menunggu dari provinsi jika akan melakukan kebijakan operasi pasar. Jika ada dana cadangan, tentunya akan lebih mudah menggelar kegiatan tersebut, guna menekan harga kebutuhan pokok," kata anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Juwito di Kediri, Kamis.

Ia mengatakan, dana cadangan itu tentunya sangat bermanfaat. Pemkot bisa memanfaatkan dana itu untuk membeli bahan pokok lalu dijual pada masyarakat dengan harga lebih murah pada kegiatan operasi pasar.

Masyarakat bisa terbantu, karena mereka tidak harus mengeluarkan ongkos lebih banyak untuk membeli harga bahan pokok yang naik.


Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Pertambangan dan Energi (Diperindagtamben) Kota Kediri, Haris Chandra Purnama mengatakan sampai saat ini memang belum disepakati adanya usulan itu. Sebab, sampai saat ini memang belum ada payung hukum yang jelas.

"Kami harus lihat aturannya, apakah diperbolehkan bisa menggunakan sistem tersebut," ucapnya, menegaskan.

Haris mengatakan kegiatan untuk menekan harga bahan pokok seperti operasi pasar adalah kegiatan yang dilakukan karena sifatnya ada yang mendesak atau terjadi musibah. Selama ini, kegiatan operasi pasar memang lebih banyak menunggu dari provinsi, hingga pemkot tinggal melaksanakan saja.

Pihaknya mengakui adanya anggaran khusus untuk keperluan operasi pasar tanpa menunggu dari provinsi memang diperlukan. Terlebih lagi, kebutuhan masyarakat tentunya terus berjalan. Harga bahan pokok juga sudah naik, dan tentunya masyarakat sudah kesulitan untuk membelinya.

Haris mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah mengalokasikan untuk keperluan masyarakat seperti operasi pasar yang menggunakan anggaran dari daerah. Namun, dana itu bukan atas nama dana cadangan yang memang khusus untuk operasi pasar, melainkan untuk menggelar pasar murah.

Selain itu, kata dia, di Kota Kediri untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok masih lebih mudah. Walaupun ada kenaikan harga, masyarakat masih bisa mendapatkan bahan-bahan tersebut. Pihaknya akan berusaha, agar harga lebih stabil dengan cara koordinasi dengan berbagai instansi seperti Bulog dan pabrik gula.

"Ada hari-hari tertentu harga bahan pokok naik, misalnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kalaupun harga bisa turun, tentunya tidak seperti semula. Dengan adanya pasar murah, setidaknya membantu masyarakat," ucapnya. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.