Liputan6.com, Berlin: Badan pelaksana Liga Jerman (DFL) merencanakan langkah-langkah baru untuk melindungi para pemain bola dari penggemar-penggemar yang kasar. Langkah ini diambil DFL menyusul pengunduran diri pemain Cologne Kevin Pezzoni setelah beberapa kali mendapat intimidasi dan ancaman dari fans klub itu.
"Contohnya, klub-klub akan mengumpulkan semua langkah bersama-sama yang akan membantu mengatasi para pendukung, dan melihat apa langkah-langkah tambahan yang dapat membantu dengan cepat, seperti teknologi video terkini dan pelatihan petugas-petugas tambahan," kata Presiden DFL Reinhard Rauball kepada majalah Focus.
Pezzoni mendapati kontraknya di Colgne dibatalkan dengan persetujuan kedua belah pihak 10 hari lalu setelah mendapat ancaman kekerasan di rumahnya oleh sekelompok pendukung. Ia belakangan mengklaim Cologne tak melakukan usaha maksimal melindunginya dari pendukung yang juga meninggalkan catatan ancaman di mobilnya.
Pezzoni yang hidungnya patah karena diserang pendukung pada Februari berkata pada pelatih, Holger Stanislawski, kalau dirinya tak lagi merasa aman bermain membela Cologne. Kasus yang menimpa Pezzoni mengejutkan komunitas sepakbola Jerman. Pelatih tim nasional, Joachim Loew, menegaskan situasi itu tidak dapat diterima.
Jejaring sosial, Facebook juga digunakan untuk mengancam pemain dan para ofisial sepakbola Jerman. "Berkaitan dengan jaringan sosial media, otoritas harus memberi perhatian lebih kepada para pesepak bola," kata Ulf Baranowsky, kepala Persatuan Pesepak bola Profesional Jerman.(ANT/JUM)

