Di Filipina, Penyelenggara Konser Lady Gaga Bisa Dihukum

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA - Filipina menegaskan tak bakal mengizinkan konser Lady Gaga di negeri itu. Alasannya, lagu-lagu Gaga membawa pesan amoral.

Bahkan, alasan itu pula yang menyebabkan baik penyanyi maupun penyelenggara bisa dipidanakan. Mantan Walikota Manila Jose Atienza mengatakan penyanyi dan penyelenggara dapat dihukum. "Menyinggung ras atau agama tak diperkenankan di Filipina," katanya.

Di Filipina, sekitar 70 pemuda Kristen di Filipina telah meneriakkan "Hentikan Konser Lady Gaga" dalam kampanye terbaru. Mereka menuntut konser Gaga pekan depan dibatalkan.

Anggota dari kelompok yang disebut Biblemode Pemuda Filipina mengatakan Jumat bahwa mereka tersinggung dengan musik Lady Gaga dan videonya, khususnya lagu Judas, yang kata mereka mengolok-olok Yesus Kristus.

Pemimpin protes dan mantan anggota Kongres Filipina Ben Abante mengatakan kelompoknya berencana untuk membawa kasus ini ke pengadilan. Kelompok yang lebih moderat mengizinkannya, asalkan selama konser dia tak membawakan lagu Judas.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.