Perang Lawan Geng Motor

Di Karnaval Kotak-kotak Jokowi-Ahok Dengarkan Keluhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam jumpa persnya calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjelaskan bahwa dikemasnya kampanye terbuka dalam bentuk Karnaval Kotak-kotak dalam rangka mendengarkan keluhan masyarakat.

Menurutnya, acara tersebut merupakan bentuk kampanye terbuka yang berbeda, tidak dalam bentuk orasi. Sehingga tentu saja hal tersebut akan menjadi pembeda Jokowi-Ahok dengan calon-calon lain dalam merebut simpati masyarakat Jakarta.

"Ini salah satu dari fakta lapangan yang kita lihat di masyartakat. Banyak warga yang kurang mampu, miskin, gizi buruk, kenapa kita jor-joran menghabiskan uang bermilyar-miliar hanya untuk mendengarkan orasi-orasi," jelas Jokowi di Jalan Borobudur Nomor 22, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2012).

Menurut Jokowi, Karnaval Kotak-kotak yang diselenggarakannya tidak memakan biaya banyak, karena dikemas dalam suasana kesederhanaan meskipun akan dihadiri ratusan ribu orang di Plaza Timur Senayan, Jakarta Selatan.

"Biaya sangat minim, karena dananya ada yang dari relawan, masyarakat. Kita kemas dengan penuh kesederhanaan dan bukan pesta pora seperti yang lain," ungkapnya.

Awalnya, acara kampanye akan dilakukan di Stadion Gelora Bung Karno, tetapi setelah mendengar ada suara-suara yang mengatakan jika berkampanye di dalam Stadion aka merusak rumput, akhirnya diputuskanlah acara dilaksanakan di sekitar Gelora Bung Karno.

"Besok Jokowi-Ahok akan melaksanakan open house untuk masyarakat, kami ingin mendengar keinginan dan keluhan masyarakat. Acaranya bukan saya yang berorasi, tapi kami ingin mendengar apa yang ingin diaspirasikan masyarakat," ungkapnya.

Klik Juga:

  • Jokowi-Ahok Kampanye Terbuka dalam \'Karnaval...
  • Foke-Nara Batal Berkunjung ke Japan Food Fest...
  • Aisyiyah Jakarta Dukung Foke
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat