TEMPO.CO, Malang--Tim gabungan Dinas Perindustrian Perdagangan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kesehatan dan Bagian Perekonomian Kota Malang menggelar inspeksi mendadak peredaran barang selama menjelang lebaran. Inspeksi dilakukan di sejumlah pasar tradisional, pasar modern dan pusat perbelanjaan. Hasilnya, ditemukan berbagai jenis makanan dan minuman kadaluarsa dan kemasan rusak.
"Banyak ditemukan kaleng susu kemasan rusak. Berbahaya karena terkontaminasi bakteri," kata Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, Siti Mahmudah, Kamis 2 Agustus 2012. Tak sedikit pula makanan ringan tak dilengkapi tanggal kadaluwarsa, terutama aneka jenis kudapan dan kue yang biasa disajikan saat lebaran.
Tak ada sanksi dijatuhkan. Pemerintah hanya memberikan peringatan atas pelanggaran peredaran makanan dan minuman kadaluarsa ini. Dinas Perindustrian dan Perdagangan memberikan pembinaan terhadap pemilik toko agar tak mengulangi perbuatan serupa. "Sekarang pemilik toko mulai tertib," katanya.
Petugas meneliti sejumlah paket parcel, mencegah peredaran makanan dan minuman kadaluwarsa. Lantaran, banyak pedagang yang modusnya menjual parcel yang berisi makanan dan minuman kadaluwarsa. Pemeriksaan dilakukan secara tertutup, untuk mencegah inspeksi bocor diketahui para pedagang.
Sudarwati, Koordinator Toko Avan, yang di tokonya ditemukan kaleng kemasan susu rusak, mengaku rutin memeriksa barang yang dijual. Namun, masih ada saja sejumlah barang yang lolos dari pantauan. "Kami lebih teliti agar konsumen tak dirugikan," katanya.
EKO WIDIANTO
BWF Diskualifikasi Delapan Atlet Badminton
"Bayi Besar" Bermunculan di Amerika
Satu Jenderal Polisi Lagi Jadi Tersangka
Gubernur Tersangka, Agenda Akpol Berantakan
Panwaslu Miliki Video Rhoma Irama Ceramah SARA
Djoko Susilo Ancam Perkarakan KPK
Didiskualifikasi, Atlet Bulu Tangkis Ini Pensiun
Ahok Yakin Foke Tidak Embuskan Isu SARA
Polisi Diminta Mundur dari Kasus Simulator SIM


