TEMPO.CO, Sampang - Pemuka aliran Syiah di Sampang, Madura, Iklil Almilal, mengaku tidak mengerti alasan sejumlah ulama Bassra dan MUI Jawa Timur mendesak pelarangan Syiah di Jawa Timur. Sejumlah ulama itu sempat mendatangi Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf dan meminta pemerintah melarang Syiah.
"Memang apa bahayanya jika syiah berkembang?" tanya Iklil pada Rabu 24 Oktober 2012.
Iklil mengaku bingung apa yang menyebabkan ulama di Madura begitu memusuhi syiah. Menurut dia, penganut syiah di Sampang hanyalah petani yang tidak memiliki pengaruh apa pun di pemerintahan. Sikap ulama tersebut, kata Iklil, menunjukkan bahwa yang memusuhi syiah bukan warga sunni melainkan para ulama yang mengatasnamakan masyarakat. "Kami terus disesatkan, tapi mereka (ulama) tidak pernah mengajak kami berdialog," katanya.
Sebelumnya, Ketua MUI Bangkalan KH Syarifuddin Damanhuri mengaku meminta Syiah dilarang demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, penganut Syiah hanya patuh pada Imam Besar Syiah Iran.
Ketika ditanya soal ini, Iklil lantang membantah. Menurut Iklil, posisi imamah dalam syiah tidak lebih dari sekedar panutan dalam berkeyakinan dan ibadah. "Syiah sampang juga mengamalkan Pancasila, kami bukan teroris," katanya.
Iklil berharap, pemerintah provinsi Jawa Timur tidak melarang Syiah di provinsi itu. "Negara bisa hancur, jika peraturan dibuat atas desakan pihak tertentu," katanya. Dia justru meminta perhatian pemerintah agar warga Syiah bisa kembali ke kampung halamannya.
MUSTHOFA BISRI
Ini, 10 Miliarder Indonesia 2012 Versi Forbes
Tiga Jurus Jokowi Atasi Banjir Kampung Pulo
Janda Cantik Pemilik Toko Emas Diduga Dibunuh
Naik Atap Mobil, Ahok Temui Pendemo
Jokowi Bagikan Beras di Kampung Pulo


