Berburu Harta Luthfi

Dicari: 7.500 Teknisi Pesawat Terbang  

  • Menkeu: Keputusan Harga BBM Naik Tunggu Presiden

    Menkeu: Keputusan Harga BBM Naik Tunggu Presiden

    Antara
    Menkeu: Keputusan Harga BBM Naik Tunggu Presiden

    Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan keputusan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsdi pada Juni 2013 masih menunggu keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Harga BBM naik per Juni 2013, karena rencananya memang per Juni, tapi tanggalnya nanti tergantung Presiden," katanya dalam rapat kerja Badan Anggaran DPR dengan pemerintah di Jakarta, Rabu. Chatib mengatakan kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga

  • 22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah  

    22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah  

    Tempo
    22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah  

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perumahan Rakyat dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau PT SMF melibatkan delapan bank nasional dan 14 bank pembangunan daerah dalam program kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembangunan perumahan (KPR FLPP). Ini tercatat dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua pihak hari ini, Rabu, 22 Mei 2013, di Hotel Le Meridien, Jakarta.

  • Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi

    Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi

    Tempo
    Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri menyiapkan dua langkah untuk meredam inflasi. Langkah ini diambil menyusul rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

TEMPO.CO, Surakarta - Pesatnya pertumbuhan industri penerbangan tak diimbangi ketersediaan sumber daya manusia. Menurut Direktur Human Capital dan Corporate Affair PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia, Harkandri M. Dahler, hingga saat ini Indonesia masih butuh 7.500 teknisi perawatan pesawat terbang.

"Kekurangan itu mungkin baru bisa dipenuhi enam tahun mendatang," kata dia seusai membuka program pelatihan perawatan struktur bodi pesawat angkatan pertama di Solo Techno Park, Surakarta, Senin, 10 Desember 2012.

Harkandri mengatakan, dalam 10 tahun terakhir GMF tidak merekrut teknisi perawatan pesawat. Padahal, kebutuhannya cukup tinggi seiring penambahan armada pesawat dan frekuensi penggunaannya yang sangat tinggi. Untuk mengatasi kekurangan tenaga ahli, GMF melakukan berbagai terobosan, salah satunya melalui penyelenggaraan kursus bersama Solo Techno Park.

Direktur Kerja Sama Solo Techno Park, Darsono, mengatakan telah merintis kerja sama dengan GMF sejak 2007. Pada 10 Agustus 2012, Solo Techno Park dan GMF menandatangani perjanjian kerja sama untuk mendidik 96 calon teknisi pesawat. "Pelatihan berlangsung selama dua tahun dan terbagi dalam empat angkatan," ujarnya.

Dalam program ini, peserta akan mendapat teori selama enam bulan di Solo Techno Park dan praktek selama tiga bulan di hangar GMF Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Setelah lulus, peserta ikut dalam program ikatan dinas PT GMF selama lima tahun dengan gaji pokok Rp 3,9 juta hingga Rp 4,5 juta per bulan.

Untuk tahun pertama, program ini bakal mendidik 23 calon teknisi. Menurut Darsono, para siswa ini telah melampaui seleksi administrasi, tes akademik, psikotes, wawancara, dan tes kesehatan. "Mereka disaring dari 92 pendaftar yang berasal dari Solo, Yogyakarta, Semarang, dan Tangerang," katanya.

Biaya pendidikan untuk program ini mencapai Rp 50 juta. Namun, PT GMF memberi subsidi Rp 23 juta sehingga tiap siswa cukup membayar Rp 27 juta. Selain itu, GMF dan Solo Techno Park memberi fasilitas kredit 27 kali dengan bunga 6 persen per tahun.

UKKY PRIMARTANTYO

Berita terpopuler lainnya:

Andi Mallarangeng Terkenal Kikir  

Bupati Aceng Nikahi Shinta, Pestanya Meriah 

Gaya Mewah Djoko Susilo, Nunun, dan Miranda

Kemenangan Zaki Ubah Peta Politik Keluarga Atut 

Mubarok Akui Partai Demokrat Semrawut

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat