Kabut Asap

Honda Brio Tetap Optimis Walau 'Terlambat'

Otosia.com - Makin murah dan efisien, makin menarik pembeli. Hal itu kiranya jadi pandangan mengapa Honda menerjunkan Brio, walau bisa dibilang terlambat untuk bermain di segmen citycar. Mereka melihat perkembangan yang signifikan atas mobil kecil untuk aktivitas perkotaan ini.

"Konsumen Indonesia itu masih mementingkan efisiensi. Citycar cocok untuk ini. Pertumbuhan 2010 - 2011 saja sampai 188,43 persen, dan marketnya 69 persen," ungkap Direktur Marketing dan Layanan Purna Jual PT HPM Jonfis Fandy di sela-sela peluncuran Brio.

Pertimbangan murah dalam segi pajak karena mesin kecil juga menjadi faktor menarik bagi konsumen, khususnya di Tanah Air. Honda Brio sendiri diklaim irit BBM dengan perbandingan 1 liter untuk 20 km.

Ia memanfaatkan continuously variable transmission atau CVT dan teknologi bodi Honda's G-Force Control (GCON).

Di sektor keamanan, mobil mungil yang dijual mulai dari Rp 149 juta (Brio S Manual) tersebut juga komplit dalam hal faktor keselamatan, seperti adanya dual SRS front airbags, anti-lock brake system (ABS), disc brakes, dan electronic brake distribution. (kpl/why/bun)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat