Cartagena, Kolombia (AFP/ANTARA) - Para pemimpin dari seluruh Amerika memulai perundingan di Cartagena, Kolombia Sabtu mengenai perluasan perdagangan, sementara Amerika Serikat mendapat tekanan kuat untuk mengizinkan Kuba menghadiri KTT-KTT mendatang.
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos, tuan rumah KTT Amerika, Sabtu mengatakan merupakan satu hal yang "tidak dapat diterima" untuk tetap tidak mengizinan Kuba menghadiri pertemuan pada masa depan.
Pengucilan, ketidakacuhan tidak ada gunanya. Dalam dunia sekarang, tidak ada pembenaran bagi anakhronisme," tegasnya.
Kuba tidak pernah ikut dalam KTT Negara-negara Amerika, satu pertemuan reguler yang disponsori Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) yang berpusat di AS.
Washington beralasan bahwa Kuba yang diperintah komunis itu tidak dapat menghadiri pertemuan-pertemuan itu karena negara itu tidak melaksanakan demokrasi dan tidak "menghormati hak asasi manusia rakyat Kuba."
Kuba dikeluarkan dari OAS tahun 1962 pada puncak Perang Dingin. Pencopotan itu dibatalkan tahun 2009, tetapi Kuba menolak kembali ke organisasi itu.
Presiden Ekuador Rafael Correa memboikot KTT itu karena pengucilan terhadap Kuba, salah satu dari sekutu-sekutunya dan satu-satunya negara komunis di Amerika.
Pada Sabtu, satu aliansi negara-negara Amerika Latin yang condong ke kiri yang dikenal sebagai ALBA mengumumkan di Cartagena bahwa para anggotanya tidak akan ikut serta dalam KTT mendatang negara-negara Amerika jika Kuba tidak diikutsertakan.
"Kami mengatakan keputusan kami tidak akan ikut serta dalam KTT negara-negara Amerika di masa depan tanpa kehadiran Kuba," kata ALBA yang beranggotakan negara-negara Venezuela, Ekuador, Bolivia, Nikaragua, Kuba, Antigua dan Barbauda, Saint Vincent dan Grenadines, dalam, satu pernyataan.
Kelompok itu menuntut segera akhirinya embargo perdagangan, keuangan dan ekonmi yang tidak manusiawi 50 tahun yang dilakukan Washington terhadap Kuba "dan mendesak negara-negara kawasan itu" terus mempertahankan solidaritasnya mendukung diterimanya Kuba dalam KTT itu".
KTT dua hari itu secara resmi dibuka Sabtu di bawah penjagaan ketat keamanan di kota wisata Karibia Kolombia, Cartagena, dihadiri Presiden AS Barack Obama dan 30 pemimpin terpilih secara demokratis Belahan Bumi Barat.
"Ada perubahan lua biasa yang terjadi dalam periode yang relatif singkat di Amerika Latin, Amerika Tengah dan di Karibia," kata pemimpin AS itu dalam satu forum bisnis menjelang KTT itu. "Kita mencapai kemajuan besar".
Tetapi Presiden Brazil Dilma Rousseff, yang berpidato pada forum yang sama mendesak Obama memperlakukan Amerika Latin secara setara.
"Di Amerika Latin kita memilki satu ruang luas untuk membuat hubungan kita satu kemitraan, tetapi kemitraan yang setara," kata Rousseff, yang negaranya punya pengaruh internasional yang meningkat sebagai ekonomi terbesar keenam global dan kekuatan dominan Amerika Latin.
Selain masalah Kuba, banyak pemimpin Amerika Latin berusaha memusatkan perhatian pada undang-undang narkoba.
Beberapa pemimpin negara Amerika Tengah bertemu di Cartagena di sela-sela KTT itu untuk membicarakan usul Guatemala untuk mempertimbangkan legalisasi konsumsi narkoba. Tetpai gagal mencapai konsensus.
Presiden Guatemala Otto Perez menegaskan bahwa gagasannya tetap hidup dan mengharapkan itu akan dilakukan dalam satu pertemuan tidak resmi para pemimpin belahan bumi itu.
Presiden Venezuela Hugo Chavez, yang menderita kanker tidak datang ke Cartagena atas nasehat dokter. Ia ke Kuba untuk melakukan terapi radiasi lebih jauh untuk merawat sakit kankernya yang kumat, kata Menlu Venezuela Nicolas Maduro.
Juga tidak hadir Presiden Nikaragua Danil Ortega, Presiden Honduras Porfirio Lobo. Tidak ada penjelasan mengenai hal itu.
Sementara itu dalam satau insiden,Badan Intelijen AS memecat 11 agennya yag ditugas mengikuti Obama ke Kolombia di tengah-tengah laporan mereka terlibat skandal seks.
Lima personil militer AS juga diperiksa karena bekelakuan tidak senonoh yng dilakukakan di hotel yang sama di mana staf Badan Rahasia itu tinggal di Cartegana dan telah ditahan di barak-barak. (rr)

