Kabut Asap

Didi: Cekal Hartati Murdaya Jangan Lama-lama

INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat tidak mempersoalkan keluarnya status cekal oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Siti Hartati Murdaya.

Ketua DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan, secara kelembagaan partai, Demokrat menghormati keputusan KPK tersebut. "Saya yakin kader-kader partai kami menghormati proses yang telah dijalankan KPK," kata Didi saat dihubungi, Rabu (4/7/2012).

Menurut dia, cekal yang dikeluarkan agar tidak ke luar negeri tentu punya maksud. Dengan begitu, Demokrat menghargai hal itu namun harus memiliki manfaat.

"Berharap ada suatu kepastian bahwa cekal adalah sesuai kebutuhan yang diperlukan KPK. Cekal janganlah lama-lama. Jadi cekal sesuai kebutuhan demi kepastian hukum. Demi membantu proses penyelidikan yang ada," kata anggota komisi III DPR itu.

Seperti diketahui, Ditjen imigrasi Kementerian Hukum dan HAM sudah menerbitkan surat cegah ke luar negeri untuk pengusaha Siti Hartati Murdaya. Ini dilakukan atas permintaan KPK.

"Kami telah menerima surat permintaan pencegahan atas nama Hartati Murdaya dari KPK," kata Direktur Penyidikan dan Penindakan Ditjen Imigrasi, Djoni Muhammad saat dihubungi wartawan, Selasa (3/7/2012).

Hal senada dikatakan juru bicara KPK Johan Budi. KPK meminta imigrasi mencegah empat orang lainnya yaitu Bupati Buol, Amran Batalipu. Sedangkan sisa yang lainnya berasal dari PT Hardaya Inti Plantations yaitu Benhard, Arim dan Seri Sirithorn. "Pencegahan terkait penyidikan dugaan penerimaan dalam penerbitan hak guna perkebunan kelapa sawit," kata Johan. [yeh]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat