Berburu Harta Luthfi

Ditjen BC Koordinasi dengan Pertamina Ungkap Penyelundupan

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan terus berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk mengungkap penyelundupan bahan bakar minyak mentah di perairan Laut Natuna.

"Sedang dalam koordinasi, BPH, BP migas dan Pertamina. Ini kan satu lingkaran kejadian. Kami tentu selalu berkoordinasi, tentu dengan cara-cara yang sesuai prosedur," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu.

Agung mengatakan Ditjen Bea dan Cukai akan memperketat pengawasan di wilayah Natuna dan sekitarnya mengingat penyelundupan BBM makin marak dalam sebulan terakhir.


"Kebanyakan ke arah Malaysia, tapi kami belum tahu pasti," ujarnya.


Selain itu, institusi Bea dan Cukai akan melakukan pengembangan terhadap kasus ini terutama mencari kaitan penyelundupan dengan kebocoran lifting minyak yang dapat mempengaruhi penerimaan negara.


"Sekarang kami menahan tersangka, terus melakukan proses secara hukum dan mencari tahu modus operandinya. Apakah ada kaitannya dengan istilah kebocoran-kebocoran itu, kami belum tahu sekarang," ujarnya.

Agung juga belum dapat mengatakan seberapa besar ton minyak yang diselundupkan serta kerugian negara, karena belum mengetahui detail dari tindak pencegahan yang telah dilakukan jajarannya.

"Saya belum bisa bicara banyak, besok saya ke sana kalau pak Menteri (Keuangan) mengizinkan," ujarnya.

Namun, ia kembali menegaskan upaya penyelundupan tersebut merupakan ekspor ilegal yang dilarang peraturan dan ini merupakan tugas Ditjen Bea dan Cukai untuk mencegah agar hal serupa tidak terulang di masa mendatang.


"Itu istilahnya kencing di laut. Jadi seharusnya dari daerah a ke daerah b, dia mencelat keluar negeri. Itu kan sudah menyalahi aturan, ada ekspor ilegal," ujar Agung. (tp)



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.