Djan Faridz Bantah Danai Jokowi-Ahok

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam seminggu terakhir ini, posisi Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz digoyang. Dia disebut-sebut ikut berperan dalam pemenangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jokowi-Ahok. Kabar  yang beredar, Djan telah menggelontorkan dana milyaran rupiah buat Tim Sukses pasangan yang digadang-gadang PDIP-Gerindra itu.

Ada yang menerka-nerka bahwa Djan Faridz bersama beberapa konglomerat seperti Hasjim Djojohadikusumo, Prabowo, Edward Suryajaya menjadi bandar di balik kesuksesan pasangan Cagub dan Cawagub Jokowi-Ahok yang menang di putaran pertama Pilkada DKI Jakarta.

Di saat bersamaan, tekanan demi tekanan kepada SBY agar menteri KIB II yang cuma sibuk ngurusi Parpol dan politik dipecat saja. Lagi-lagi Djan Faridz menjadi sasaran. Bahkan, ada sumber internal PPP yang menyebutkan kalau Suryadharma Ali (SDA) telah merekomendasikan kepada Presiden SBY supaya Djan Faridz dipecat saja dari jabatannya sebagai  Menteri Perumahan Rakyat.

Kepada wartawan, di sela-sela deklarasi dukungan PPP kepada pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli akhir pekan kemarin, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu membantah kabar permintaannya ke SBY soal  pencopotan Djan Faridz dari posisi menteri perumahan rakyat.

"Itu berita bohong, tidak ada permintaan dari DPP PPP untuk menarik saudara Djan Faridz sebagai Menpera. Selain itu pergantian kursi Menteri bukan kewenangan ketua Parpol. Reshuffle itu kewenangan Presiden," tegas SDA di Jakarta, Kamis (2/8/2012) lalu.

Soal adanya kabar bahwa Djan Faridz menggelontorkan dana milyaran rupiah kepada pasangan Jokowi-Ahok, SDA mengaku tidak tahu dengan masalah itu. “Kalau memang benar Pak Djan Faridz dukung Jokowi-Ahok itu adalah hak-hak pribadinya,” kata SDA.

Melalui pesan singkatnya, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz buka suara. Dia menjawab dugaan sementara orang bahwa ia telah menjadi pendukung pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama dalam Pilkda Jakarta. Djan menegaskan, dugaan dia ikut terlibat dalam Pilkada Jakarta adalah keliru. Sebagai menteri dalam jajaran Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II, ia memastikan tidak terlibat politik, khususnya Pilkada DKI Jakarta.

"Pekerjaan saya sebagai menteri banyak. Tidak sempat ngurusi politik," kata Djan.

Apalagi, sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Nahdhatul Ulama (NU) Jakarta, Djan menegaskan bahwa NU sudah kembali ke khittah.

“NU tidak terlibat dalam politik praktis. NU juga tidak mengurusi Pilkada,” tegasnya.

Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI

  • Isu SARA Pilkada DKI Bisa Ancam Pilpres 2014
  • PPATK Diminta Aktif Telusuri Dana Kampanye Putaran Kedua
  • Rhoma Irama Kaget Ceramahnya Terekam Kamera
  • Jokowi Silaturahmi dengan Ratusan Anak Yatim
  • Belum Ada Peraturan Dana Kampanye dari Pebisnis Besar
  • Dan, Tangis Bang Rhoma Pun Pecah
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat