Kenaikan BBM

Djoko Santoso: Tidak Benar Prestasi PBSI Terpuruk

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia, Djoko Santoso membantah tudingan mantan atlet bulu tangkis Indonesia yang mengatakan prestasi bulu tangkis Indonesia terpuruk. Panglima Tentara Nasional Indonesia tahun 2007-2010 ini menegaskan bahwa PBSI terus berbenah demi mencapai harapan semua pihak.

»Prestasi bulu tangkis Indonesia tidak terpuruk lah, kalah tidak sesuai harapan mungkin benar,” kata Djoko saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta, 4 Juni 2012.

PBSI mengklaim atlet pelatnas tak miskin prestasi. Beberapa prestasi yang diraih, misalnya, emas Sea Games 2009 dan 2011, medali emas Asian Games 2011, kejuaraan dunia junior 2011, juara Osaka International Challenge 2012, serta juara All England, Swiss Open dan India Open.

Tepat sepekan yang lalu atau pada 28 Mei 2012, para mantan atlet bulu tangkis dari beberapa generasi yang pernah mengukir prestasi internasional menyampaikan petisi keprihatinan atas kegagalan prestasi Indonesia di ajang piala Thomas dan Uber 2012. Beberapa poin penting dari petisi itu, mendesak PBSI melakukan pembenahan segi struktural dan kepelatihan serta meninjau kembali penggunaan pelatih asing di pelatnas Cipayung.

Petisi itu kemudian ditanggapi langsung oleh Ketua Umum PBSI Djoko Santoso, Sekjen PBSI,Yacob Rusdianto, dan Wakil Ketua PBSI I Gusti Made Oka. Menanggapi tuntutan pertama terkait evaluasi dan pembenahan di tubuh PBSI, Djoko menyatakan bertanggung jawab atas kegagalan Indonesia di ajang Piala Thomas dan Uber di Wuhan, China bulan lalu.

PBSI mengaku telah melakukan evaluasi dan beberapa langkah perbaikan di jajaran pengurus, atlet, pelatih dan official. Langkah perbaikan yang juga akan dilakukan antara lain, meningkatkan kedisiplinan, militansi atlet, kemampuan taktik, serta memperbaiki koordinasi pelatih dan pemain.

Menanggapi soal regenerasi, PBSI mengatakan telah menyiapkan atlet sejak dini mulai usia 13 sampai 16 tahun. »Kami juga akan menambah frekuensi latihan, mengembangkan fasilitas olahraga,” kata Djoko.

Mantan pebulu tangkis Indonesia lain, Ivana Lie, yang ikut membidani lahirnya petisi itu, mengatakan kecewa pada pernyataan PBSI tersebut. »Turnamen yang kita juarai itu (yang disebut PBSI) jenjang kelasnya di bawah. Sea Games memang berhasil tapi tidak bisa menjadi ukuran buat kita. Ada semacam degradasi kualitas prestasi. Kita bicaranya tingkat Asia, kejuaraan dunia. Harusnya tingkat super series, kejuaraan dunia,” kata Ivana ketika dihubungi.

ANANDA W. TERESIA

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.