Dokter: Organ TKI Dibunuh di Malaysia Utuh

Batam (ANTARA) - Dokter Forensik Polda Kepulauan Riau menyimpulkan tubuh Joni yang meninggal tertembak di Malaysia masih utuh meski sempat ada dugaan pencurian organ.

"Dari hasil otopsi bersama dokter Mabes Polri yang dilakukan pada Senin (17/9) lalu oleh tim dokter Polda Kepri di Rumah Sakit Otorita Batam seluruh organ tubuh Joni masih lengkap. Tidak ada yang hilang," kata Dokter Kesehatan Polda Kepri, Novita W di Batam, Rabu.

Ia mengatakan, seluruh organ yang sempat diduga dicuri di Malaysia sepertijantung, hati dan organ lain, saat dilakukan otopsi ulang ternyata masih utuh.

"Sekarang sudah jelas tidak ada yang hilang. Selama ini keluarga mencurigai beberapa organ Joni hilang saat dilakukan otopsi di Malaysia," kata dia.

Sebelumnya, Devi Tristianingrum (29), curiga suaminya yang tewas di Malaysia diambili organ tubuhnya. Joni, sang suami itu meninggal diduga ditembak Polisi Diraja Malaysia, Jumat lalu (7/9).

"Berdasarkan foto-foto yang saya terima dari keluarga di Malaysia, saya curiga organ tubuh suami saya sudah diambil. Di seluruh tubuhnya banyak jahitan tanda habis dioperasi," kata Tristianingrum, di Batam, Rabu (12/9).

Ia mencurigai bagian organ seperti mata sudah tidak ada lagi. Ia juga menduga organ lain di dalam tubuh juga diambil, karena banyaknya jahitan bekas operasi.

Empat orang warga negara Indonesia (WNI) masing-masing Joni alias M Sin, Osnan, Diden, dan Mahno dikabarkan ditembak mati oleh Polisi Diraja Malaysia di Negara Bagian Perak pada Jumat (7/9).

Tiga dari empat orang tersebut merupakan WNI asal Batam. Mereka bekerja pada salah satu kebun sawit di kawasan Ipoh, Perak Malaysia.

Jenazah Osman sudah dikuburkan di Batam beberapa hari lalu. (ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.