Washington (ANTARA/RIA Novosti-OANA) - Sekelompok masyarakat dokter Amerika Serikat pada Jumat mengatakan sejumlah tes medis rutin bisa lebih mahal, tidak perlu atau bahkan dapat membahayakan kesehatan.
Mereka mengungkapkan sekitar 100 tes medis, perawatan kesehatan dan prosedur medis berakhir sia-sia.
Dokter Christine Cassel mengatakan bahwa jutaan warga AS melakukan perawatan yang tidak perlu.
"Masyarakat peneliti dari 25 negara sepakat bahwa tes dan perawatan kesehatan tidak selalu memberikan keuntungan," kata dr. Christine Cassel, Presiden dan CEO yayasan Pengobatan Dalam dan Luar AS (ABIM) dalam pernyataan di situsnya.
ABIM mempromosikan kepada banyak orang mengenai tes dan perawatan kesehatan secara bijak.
Pada tahun lalu mereka memperoleh 90 laporan uji dan perawatan kesehatan berlebih.
Mereka menerangkan bahwa kasus itu dikarenakan kebiasaan dari dokter yang menangani pasien atau bahkan disebabkan oleh permintaan pasien sendiri.
Diperkirakan sebanyak 50 persen anak yang mengalami trauma di kepala mendapati pemindaian CT Scan dengan penyinaran radiasi tidak perlu dan dapat meningkatkan resiko kanker.
Selain itu terdapat dokter yang memberikan terapi makanan bagi pasien melalui suntikan dan semacamnya. Lebih baik apabila pemberian makan diberikan melalui mulut.
ABIM menemukan banyak kasus terapi sakit kepala di AS dengan biaya berlebih menggunakan diagnosa penyakit melalui electroencephalography (EEG).
"Hanya untuk sakit kepala menggunakan EEG adalah pemborosan," kata ABIM.
Dia menyarankan bagi dokter dan pasien untuk mengambil banyak waktu berdiskusi mengenai prosedur medis sesuai kebutuhan dan tidak berlebih.(rr)

