New York (AFP/ANTARA) - Kurs dolar menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Bank Sentral AS atau Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah, namun membiarkan pintu terbuka untuk stimulus tambahan.
Euro diperdagangkan pada 1,2223 dolar sekitar 21.00 GMT (Kamis 04.00 WIB), turun dari 1,2302 dolar pada waktu yang sama Selasa.
Greenback mendapatkan kembali kerugiannya terhadap mata uang Jepang, dikutip 78,44 yen dibandingkan dengan 78,13 yen sehari sebelumnya.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Fed, Rabu mengumumkan setelah pertemuan kebijakan dua hari bahwa suku bunga ultra-rendah -- antara nol hingga 0,25 persen -- dibiarkan tidak berubah, sesuai perkiraan.
"FOMC hari ini mengecewakan dengan tidak mengumumkan hal baru untuk merangsang ekonomi, bahkan tidak memperpanjang panduan tingkat suku bunganya, yang tetap akhir 2014, meskipun pasar sekarang mengharapkan suku bunga akan tetap dalam kisaran target saat ini hingga pertengahan 2015," kata Chris Low di FTN Financial.
FOMC mengatakan dalam sebuah pernyataan pasca pertemuan, pihaknya akan "memberikan akomodasi tambahan yang diperlukan."
Analis UniCredit mengatakan, pernyataan "tidak secara tegas menunjukkan bahwa Fed bersiap untuk kebijakan stimulus lebih banyak."
"Bias pelonggaran kuat ditampilkan dalam pernyataan hari ini ... menunjukkan bahwa Fed perlu melihat angka ekonomi yang lebih baik agar tidak menyediakan akomodasi lebih pada pertemuan yang akan datang -- tidak perlu melihat angka yang lebih lemah untuk mengambil tindakan," kata analis.
Dengan pertemuan Fed keluar dari jalan, pasar fokus pada pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB), Kamis. ECB telah mendapat tekanan untuk mengambil tindakan kuat guna mengatasi krisis utang negara zona euro dan penurunan ekonomi.
"Kami sekarang memperkirakan setidaknya penurunan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan ECB,"kata Jason Schenker di Prestige Economics.
"Setiap kekurangan bisa mengirim dolar naik tajam, harga komoditas lebih rendah, dan juga bisa mendorong saham lebih rendah juga."
Mata uang AS menguat terhadap pound Inggris, jatuh menjadi 1,5534 dolar dari 1,5677 dolar akhir Selasa. Dolar naik menjadi 0,9826 franc Swiss dari 0,9762 franc sehari sebelumnya.(rr)


