Perang Lawan Geng Motor

DPR Anggap Pemerintah Langgar Perjanjian Terkait UN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- DPR merasa pemerintah melanggar perjanjian terkait penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tahun ini. Pasalnya, pelaksanaan UN juga menentukan kelulusan siswa.

''Kita mengusulkan agar kelulusan itu sebagai akumulasi nilai UN dan nilai sekolah, termasuk juga praktikum. Jadi tak hanya ditentukan empat mata pelajaran saja,'' kata anggota Komisi X DPR dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Reni Marlinawati, Senin (16/4).

Saat ini, jelas dia, besaran porsi UN untuk menentukan kelulusan sebesar 60 persen. Sedangkan porsi ujian sekolah masih 40 persen. Komposisi ini masih sama dengan pelaksanaan tahun lalu. Padahal, pemerintah sudah melakukan perjanjian dengan DPR untuk meningkatkan peran ujian sekolah hingga akhirnya menjadi penentu tingkat kelulusan siswa. Alasannya, sekolah adalah pihak yang paling tahu persis potensial belajar siswa.

''Pemerintah sudah berjanji kalau tahun ini peran UN dan ujian sekolah itu jadi 50:50. Artinya, porsi ujian sekolah harus membesar dari tahun lalu. Tapi pemerintah ingkar janji dan porsinya masih tetap sama dengan tahun lalu,'' jelas dia.

Jadi, peran ujian sekolah harus terus ditingkatkan seiring dengan pembenahan standar pendidikan nasional. Menurutnya, DPR tidak sempat melakukan pembahasan karena alokasi waktu yang diberikan terlalu mepet dengan pelaksanaan UN. Sehingga, belum sempat ada pembahasan mengenai besaran kontribusi ujian sekolah untuk kelulusan siswa.


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat