Bangkok (ANTARA/Xinhua-0ANA) - Seorang tentara dan seorang warga sipil terluka dalam serangan bom di provinsi perbatasan selatan Narathiwat pada Kamis pagi, kata polisi.
Patroli militer dengan sepeda motor dan truk pick-up sedang melaju dari satu markas di Kabupaten Sukirin untuk melakukan tugas perlindungan guru ketika para penyerang meledakkan bom, kata kepala unit patroli itu.
Polisi mengatakan, tangki silinder 20-kilogram berisi bahan peledak ditanam di bawah jalan dan diledakkan dengan kawat.
Sejak kebangkitan pemberontakan pada tahun 2004 di tiga provinsi yang berpenduduk dominan Muslim yaitu Yala, Pattani dan Narathiwat yang dulunya bagian dari Kesultanan Pattani, lebih dari 5.200 orang sebagian besar penduduk desa telah tewas dan sekitar 8.000 lainnya terluka.
Pada pekan pertama bulan ini, dua tentara juga terluka oleh ledakan bom saat bertugas patroli di provinsi selatan yang bergolak Pattani, kata Bangkok Post.
Polisi mengatakan, serangan terjadi pada sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Bom itu ditanam di jalan dekat satu desa di Kabupaten Kapho Pattan dan diledakkan dari jarak jauh.
Ledakan itu menghantam sebuah truk pick-up yang membawa lima tentara, melukai dua orang di antaranya.
Para korban terluka kemudian segera dikirim ke rumah sakit terdekat.
Polisi menyalahkan separatis selatan yang diduga bertanggung jawab atas kejahatan itu. (tp)

