Sebagai kota pusat desain dan fashion, Milan jelas indah. Saya langsung menikmatinya begitu menginjakkan kaki ke stasiun kereta Milan pusat (Centrale FS). Langit-langit stasiun yang berbentuk kubah menampilkan lukisan khas Eropa yang dikombinasikan oleh detail-detail bangunan modern di beberapa sudut.
Berhubung menggunakan kereta, mengunjungi kota pun tidak terlalu lama. Begitu tiba di Milan, saya langsung menuju lapangan dan gereja katedral Duomo yang terletak di jalan Arcivescovado. Katedral Milan atau Duomo di Milano ini merupakan gereja kedua terbesar di Italia dan kelima terbesar di dunia. Kabarnya, katedral ini mampu menampung 40 ribu jemaat dalam setiap ibadah.
Sebelum memasuki katedral, saya sudah terpesona terlebih dahulu dengan lapangan di depan gereja dan gedung-gedung di sekeliling katedral. Begitu keluar dari stasiun bawah tanah, terlihat patung Raja Victor Emmanuel kedua yang didirikan di akhir pembuatan lapangan dan gereja.
Seperti halnya kebanyakan lapangan di belahan Eropa, terdapat pula gerombolan merpati di sekitar lapangan. Namun, hal yang paling menyenangkan adalah di salah satu sisi terdapat layar LED besar sehingga para pejalan kaki bisa menikmati sinar matahari sambil menonton suguhan program di layar.
Sebelum memasuki gereja, saya memutuskan mengelilingi gedung-gedung di sekeliling. Awalnya, niat mencari tempat mengisi perut karena sudah waktunya makan siang. Namun, saat menyusuri gang gedung-gedung, saya takjub dengan jejeran toko dan butik di gedung berarsitek kuno itu. Semua butik fashion mewah dan restoran atau kafe merek internasional. Saya pun berasa seperti salah satu fashionista Milan saat cuci mata di situ.
Di sisi kiri gereja, terdapat dua gedung yang berjejer dan memiliki desain arsitek kembar. Dua gedung ini disebut Istana Arengario (Palazzo dell'Arengario). Gedung ini dibangun tahun 1950 dan kini sudah tidak berfungsi lagi sebagai istana, melainkan museum yang menampilkan karya seni abad 20.
Hanya duduk-duduk di tangga di depan gereja, menikmati lalu-lalang warga Milan dengan gaya modis mereka dan juga cuci mata jendela-jendela toko yang ada di gedung di sekeliling gereja sudah menjadi satu kenikmatan sendiri.
Tapi, katedral kebanggaan kota Milan jelas tidak boleh dilewatkan. Ada beberapa bagian yang bisa dikunjungi dalam katedral. Bagian dalam gereja, ruang baptis yang terletak di bagian bawah tanah, ruang harta, bagian atap gereja dan museum. Untuk sekarang ini, museum sedang ditutup karena sedang direnovasi.
Pengunjung boleh memilih ingin melihat bagian mana aja. Jika ingin melihat secara keseluruhan, tiap pengunjung harus mengeluarkan kocek sebesar 13 euro (sekitar Rp150 ribu).
Jika ingin melihat bagian dalam dan bagian teras di atap katedral dengan berjalan kaki, hanya dikenakan biaya 7 euro. Setiap pengunjung yang ingin memotret interior gereja dan patung-patung yang ada di teras atas katedral harus menggunakan gelang khusus. Dari atas gereja, kita bisa melihat lapangan dan lanskap kota Milan sekaligus patung emas Bunda Maria yang disebut dengan Madonina di bagian teratas atap katedral.
Namun, satu hal yang paling menakjubkan adalah ratusan patung di dalam gedung dan detail-detail yang diukirkan di setiap tembok dan pilar. Belum lagi, mozaik kaca di jendela dekat bangku paduan suara dan altar. Sungguh menakjubkan dan megah!
Saya pun sadar mengapa hotel-hotel mewah sering menerapkan desain interior sejenis. Dikreasikan zaman dulu maupun modern, memang selalu memberi kesan megah dan elegan.
Baca juga:
Berdandan gila di Harajuku
Menikmati keindahan musim gugur di makam Dinasting Ming
Enam keasyikan yang bisa dinikmati di Selandia Baru
[GALERI] Menyusuri distrik Gangnam di Seoul, Korea
[GALERI] Komodo di Pulau Rinca
Penghargaan buat SBY
- Pemerintahan Yudhoyono Tak Bertujuan Menerima PenghargaanAntara - 11 jam yang lalu
- Komnas HAM: Toleransi Beragama Indonesia MemburukTempo - 23 jam yang lalu
- Anisa Wahid: Masa SBY, Intoleran Lebih Leluasa Tempo - Jum, 24 Mei 2013
- Adnan Buyung: Dipo Alam Lancang!Tempo - Jum, 24 Mei 2013
- Penegakan HAM Buruk, Politikus Salahkan PemerintahTempo - Kam, 23 Mei 2013
- Imam AS akan Berkunjung ke AuschwitzAntara - Rab, 22 Mei 2013
- Award untuk SBY bertolak belakang dengan laporan Deplu ASMerdeka.com - Sel, 21 Mei 2013
- Walubi: Perlakukan Islam Sama dengan Umat LainAntara - Jum, 17 Mei 2013
- Rusia Mau Belajar Hukum Islam dari Indonesia Tempo - Sel, 14 Mei 2013
- 'Harusnya SBY malu terima penghargaan perdamaian internasional'Merdeka.com - Rab, 8 Mei 2013
- Penyerangan Warga Ahmadiyah, Begini Kata MendagriTempo - Sel, 7 Mei 2013
- Kedubes AS Tolak Surat Protes ke SBY, Rohaniawan KecewaLiputan 6 - Sen, 6 Mei 2013
- Korban intoleransi beragama surati Obama soal award untuk SBYMerdeka.com - Sen, 6 Mei 2013
- Ulil: Pemerintah Tidak Tegas Urus AhmadiyahTempo - Sen, 6 Mei 2013
- Istri Gus Dur Minta Segel Masjid Ahmadiyah DibukaTempo - Min, 5 Mei 2013
- Istri Gus Dur: Solusi Ahmadiyah, cabut SKB 3 menteriMerdeka.com - Min, 5 Mei 2013
- Nyaleg, Edo Kondologit Tertular Spirit JokowiTempo - Min, 21 Apr 2013
- Pembangkang Vietnam Dilarang Bertemu Seorang Pejabat ASAntara - Sel, 16 Apr 2013
- Penghargaan Toleransi Beragama untuk SBY Keliru?Tempo - Jum, 12 Apr 2013
- Taufiq Kiemas Janji Bawa Kasus Gereja ke PresidenTempo - Sel, 9 Apr 2013
1 - 4 dari 24
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Artikel Terpopuler
Galeri foto di Travel
1 - 4 dari 60
POLL
Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?
Memuat...
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 37
Artikel Terakhir di Travel
1 - 6 dari 25






