INILAH.COM, Jakarta - Komisi XI DPR memastikan akan ada kekosongan dua kursi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) tahun ini.
"Dengan belum adanya surat dari Presiden hingga saat ini, kemungkinan calon deputi gubernur BI tidak akan dibahas tahun ini," ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Harry Azhar Azis kepada INILAH.COM, Sabtu (8/12/2012).
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengirimkan dua nama kepada DPR sebagai pengganti
Budi Mulya yang seharusnya mengakhiri masa jabatannya per 29 November 2012 lalu. Namun, Budi Mulya telah non aktif dari BI sejak 20 Oktober 2011 dengan alasan pribadi. Kedua nama yang diajukan presiden adalah Perry Warjiyo dan Hendar, di mana keduanya merupakan direktur eksekutif di bagian moneter BI.
Selain Budi Mulya, Ardhayadi Mitroatmodjo juga sudah habis masa jabatannya per 29 November 2012.
DPR pun meminta agar presiden menyampaikan dua calon lagi sebagai penggantinya. "Namun hingga saat ini belum disampaikan," kata Harry Azhar.
Jadi, lanjut Harry, pembahasan calon deputi BI ini akan dilakukan pada masa sidang tahun depan. "Tapi harus diingat DPR hanya bisa membahas maksimal 2 jabatan calon dewan gubernur BI dalam setahun," ucapnya.
Sementara, menurutnya, tahun depan Gubernur BI Darmin Nasution juga akan mengakhiri masa jabatannya berikut satu deputi gubernur lagi. [ast]


