Nairobi (ANTARA/Reuters) - Dua ledakan berturut-turut mengguncang sebuah daerah penduduk di dekat kawasan bisnis ibu kota Kenya, mencederai seorang aparat kepolisian, Jumat malam, kata polisi.
Insiden itu terjadi di daerah yang dihuni banyak orang Somalia, Eastleigh, sekitar 100 meter dari sebuah gereja di Jalan Juja, Nairobi, dimana ledakan pada 30 September menewaskan seorang anak berusia sembilan tahun yang sedang mengikuti sekolah Minggu.
"Kami yakin ledakan pertama dimaksudkan agar banyak orang, anggota masyarakat, datang untuk melihat, dan ledakan kedua bertujuan mencelakai mereka," kata juru bicara kepolisian Kenya Eric Kiraithe kepada Reuters.
"Satu polisi kami cedera, namun luka-lukanya tidak membahayakan jiwanya," tambahnya.
Kiraithe mengatakan, ledakan itu terjadi di sebuah tempat pembuangan di daerah kelas pekerja itu.
Juru bicara tersebut menolak mengatakan apa penyebab ledakan-ledakan itu dan mengatakan, ia hanya akan berkomentar setelah penyelidikan selesai.
Ia juga menolak menyebutkan siapa yang mendalangi serangan itu.
Stasiun-stasiun televisi setempat mewartakan, sedikitnya tiga polisi cedera dalam ledakan-ledakan itu.
Kenya, yang menjadi tempat tinggal banyak warga Somalia, dilanda gelombang serangan, terutama di Nairobi dan kota pelabuhan Mombasa, setelah pasukan negara itu memasuki Somalia tahun lalu untuk menumpas kelompok gerilya garis keras Al-Shabaab, yang mereka tuduh bertanggung jawab atas penculikan dan serangan bom di dalam wilayah Kenya.
Pada Juli, sejumlah orang bertopeng melancarkan serangan-serangan serentak penembakan dan granat terhadap dua gereja di Garissa, menewaskan sedikitnya 17 orang.
Serangan-serangan itu berlangsung beberapa hari setelah pasukan Kenya memimpin ofensif terhadap gerilyawan tersebut di pangkalan terakhir mereka di Kismayu, Somalia. Kota itu kini telah dikuasai pasukan Kenya.
Kismayu merupakan sasaran jangka panjang pasukan Kenya sejak mereka menyerbu Somalia pada Oktober 2011, namun penjangkauan kota itu lebih lama daripada yang diperkirakan semula dan upaya-upaya terganggu oleh jatuhnya tiga helikopter militer Uganda pada Agustus.
Kelompok gerilya Al-Shabaab mengancam Kenya sejak negara itu mengirim pasukan ke Somalia selatan pada pertengahan Oktober 2011 untuk menyerang pangkalan-pangkalan gerilyawan tersebut, yang dituduh melakukan penculikan dan penyerangan di Kenya.
Al-Shabaab membantah tuduhan Kenya bahwa mereka mendalangi sejumlah penculikan warga asing di negara tersebut.
Al-Shabaab balik menuduh pemerintah Kenya menggunakan isu penculikan sebagai alasan untuk melakukan penyerbuan ke Somalia.
Dalam waktu kurang dari sebulan, seorang wanita Inggris dan seorang wanita Prancis diculik dari kawasan wisata pantai Kenya dalam dua insiden terpisah, yang merupakan pukulan besar bagi industri pariwisata di Kenya.
Pada 13 Oktober 2011, dua wanita pekerja bantuan asal Spanyol diculik dari kamp pengungsi Dadaab, Kenya, kamp terbesar di dunia yang menjadi tempat bagi sekitar 460.000 pengungsi yang sebagian besar orang Somalia yang menyelamatkan diri dari kekeringan, kelaparan dan perang.
Penculikan-penculikan itu diyakini dilakukan oleh Al-Shabaab Somalia. Belum ada tuntutan yang diumumkan oleh penculik bagi pembasan para sandera itu.
Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al-Qaida mengobarkan perang selama beberapa tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah sementara Somalia dukungan PBB. (tp)

