Kenaikan BBM

Dua Rudal Meleset Dalam Latihan Militer Taiwan

Taiwan (AFP/ANTARA) – Dua dari 26 rudal meleset dari target saat militer Taiwan melakukan latihan penembakan pada Senin, namun pihak yang bertanggungjawab atas latihan tersebut mengatakan mereka puas dengan hasilnya.


Lebih dari 2.300 tentara dikerahkan dalam latihan yang diadakan di Chiupeng, sebuah pangkalan rudal menghadap Samudera Pasifik yang dijaga ketat di daerah Pingtung, bagian selatan pulau tersebut.


Dua rudal yang meleset itu adalah Hsiungfeng II (Brave Wind II), yang merupakan versi perbaikan dari rudal Hsiungfeng, dan Tien Chien I (Sky Sword I) yang ditembakan dari darat ke udara, keduanya dibuat dan dikembangkan secara lokal.


Dua puluh empat rudal lainnya, diluncurkan dari pesawat, kapal, dan dari darat, berhasil menghancurkan target mereka dalam sesi latihan tersebut, yang dipimpin Jenderal Lin Chen-yi, kepala staf angkatan bersenjata pulau itu.


"Jenderal Lin puas dengan hasil manuver tersebut," kata seorang perwira militer kepada para wartawan.


Latihan sebelumnya kurang berhasil. Sebuah kegagalan memalukan pada 2011, karena enam dari 19 rudal meleset dari target mereka atau gagal meledak selama tes penembakan rudal yang yang dihadiri oleh pers.


Percobaan rudal yang dilakukan pada Senin nampaknya telah diawasi oleh Tentara Pembebasan Rakyat China, yang baru-baru ini memiliki lebih dari 1.600 rudal yang diarahkan ke pulau itu, menurut perkiraan para pakar Taiwan.


Ketegangan antara Taiwan dan China daratan telah mereda sejak Ma Ying-jeou dari partai Kuomintang yang bersahabat dengan China terpilih sebagai presiden pulau itu pada 2008. (ai/pt)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.