Perang Lawan Geng Motor

Dua Tentara NATO Tewas Akibat Helikopter Jatuh di Afghanistan

Kabul (AFP/ANTARA) - Dua tentara NATO tewas akibat helikopter mereka jatuh di Afghanistan timur pada Senin, kata tentara, membuat jumlah tentara NATO tewas menjadi 10 orang dalam tiga hari.

"Penyebab kecelakaan itu sedang diselidiki, namun laporan awal

menunjukkan tidak ada gerakan musuh di daerah itu pada saat kecelakaan tersebut terjadi," kata Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF) pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO.

ISAF tidak mengungkapkan kebangsaan korban tersebut.

Pesawat lain NATO jatuh dalam gerakan berkala di Afghanistan timut pada Senin pagi tanpa korban jiwa, kata tentara secara terpisah.

Gerilyawan Taliban dalam pesan tertulis kepada wartawan menyatakan menembak jatuh dua helikopter NATO.

Di selatan, satu tentara ISAF juga tewas pada Senin akibat serangan pejuang," kata persekutuan itu.

Pada Minggu, tiga tentara tewas, sedangkan pada Sabtu, empat tewas secara terpisah akibat ledakan bom di selatan.

Kematian terkini itu membuat korban di antara pasukan NATO di Afghanistan pada tahun ini menjadi 175 orang dan dalam 10 tahun perang tercatat 3.022 orang, kata hitungan AFP berdasarkan atas catatan laman mandiri icasualties.org.

NATO memiliki sekitar 130.000 tentara di Afghanistan, tapi mereka akan menarik diri pada akhir 2014, menyerahkan perang melawan gerilyawan Taliban kepada pasukan Afghanistan.

Taliban meningkatkan serangan di seluruh negara itu sejak mengumumkan awal serangan musim semi pada awal Mei.

Tapi, kematian tentara NATO pada tahun ini turun jika dibandingkan dengan masa sama lalu tahun.

Pada April 2011, misalnya, 51 tentara NATO tewas, sementara pada April 2012 tercatat 39 orang.

Sejumlah 3.018 tentara asing pimpinan Amerika Serikat tewas di Afghanistan sejak serbuan pada 2001, dengan Amerika Serikat menderita korban terbanyak dengan 1.984 orang, diikuti Inggris dengan 415, Kanada (158), Prancis (82), Jerman (53), Italia (46), Denmark (42), Polandia (35), Spanyol (34), Australia (32), Belanda (25), dan sisanya dari negara lain persekutuan sekitar 40 negara itu.

Perang itu sangat tidak disukai rakyat Barat pengirim pasukan ke Afghanistan. Jajak pendapat di Inggris, Prancis dan Jerman menunjukkan kian banyak warganya menuntut tentara mereka segera ditarik.

Dukungan bagi perang di Afghanistan turun tajam di kalangan warga Amerika Serikat dalam beberapa bulan belakangan saat mereka semakin kecewa dengan kemelut sejak lebih dari satu dasawrase lalu itu, kata jajak pendapat New York Times/CBS News, yang disiarkan pada akhir Maret.

Duapertiga dari yang ditanya -69 persen- menyatakan Amerika Serikat seharusnya tidak lagi berperang di Afghanistan, naik dari 53 persen pada November dan persentase tertinggi sejak jajak pendapat New York Times/CBS News mengajukan pertanyaan itu pada 2009, kata CBS.

Enampuluh delapan persen petanggap menyatakan pertempuran itu "agak buruk" atau "sangat buruk", sementara 42 persen menyuarakan pandangan tersebut pada November 2011, kata "New York Times". (ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.