Dubes Australia Terkesan dengan AIPD di NTT

Kefamenanu (ANTARA) - Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty menyatakan terkesan dengan semua pelaksanaan program Australia Indonesia Partnership for Decentralisation (AIPD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Setelah saya melihat beberapa bantuan program di Kota Kupang, SoE (ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan), dan Kefamenanu (ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara), saya merasa terkesan, karena akan ada banyak masyarakat miskin yang bisa terbantu," kata Greg di Kefamenanu, Minggu.

Kunjungan Dubes Greg Moriarty yang dilakukan sejak 21-23 September itu selain meninjau sejumlah program yang dilaksanakan di beberapa daerah di NTT, sekaligus untuk memperkokoh hubungan antara Australia dan pemerintah provinsi kepulauan itu.

Sejumlah program bantuan Pemerintah Australia di antaranya, program kesehatan ibu dan bayi, dengan alokasi anggaran senilai 66 juta dolar Australia yang dikucurkan untuk Indonesia Timur, dengan maksud mengatasi tingginya angka kematian ibu dan bayi.


Untuk kelancaran program tersebut, khusus di NTT ada sekitar 16 pusat kesehatan masyarakat telah ditingkatkan untuk dijadikan sebagai `sister hospital` serta melatih 590 pekerja di bidang kesehatan.

Menurut Greg, kerja sama Pemerintah Australia dan Indonesia, akan terus dibangun dalam semua aspeknya, demi menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

Dia mengatakan, komitmen Pemerintah Indonesia khususnya pemerintah NTT dalam melaksanakan semua program kerja sama Pemerintah Australia tersebut, sangatlah tinggi dan akan memberikan dampak baik bagi tujuan pencapaian kesejahteraan masyarakat di daerah ini secara lebih paripurna.

"NTT memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya, terutama bagi masyarakat yang masih miskin," kata dia.

Dikatakannya, NTT adalah bagian dari wilayah Negara Indonesia, dan karenannya, pemerintah serta masyarakatnya harus terus bekerja keras, demi mengembangkan segala tata hidup ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sektor lainnya, agar bisa sejajar dengan daerah lain di Indonesia.

"Kenapa tidak bisa NTT bersanding sejajar dengan daerah lain yang sudah maju. Butuh komitmen dan kerja yang lebih keras dari pemerintah dan masyarakatnya," kata dia.

Pada kesempatan yang sama Greg juga mengaku sangat terkesan dengan seni dan budaya yang ada di NTT.

"Tarian dan musik tradisionalnya sangat berkesan dan itu patut dikembangkan untuk kepentingan industri pariwisata di NTT," kata Greg.

Bupati TTU Raymundus Fernandez berterima kasih kepada pemerintah Australia yang memberikan bantuan untuk mengintervensi sejumlah problema program pemerintahannya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Dia menyebutkan, Kabupaten TTU memiliki 24 kecamatan, 34 kelurahan serta 143 desa, yang sebagian besar masih miskin, karena tergantung pada pertanian lahan kering.

Namun demikian, kata Raymundus, pemerintah terus berupaya mengentaskan kemiskinan dengan mengoptimalkan potensi daerah serta menjalin kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat dan pihak gereja.

Dia berharap program-program pengentasan kemiskinan yang didanai AusAID terus berlanjut guna membantu pemerintah mengentaskan penduduk miskin yang saat ini tercatat 65,32 persen dari jumlah penduduk yang ada.

"Kita akan berupaya untuk melakukan segala cara demi peningkatan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi rumah tangganya," kata kader PDI Perjuangan itu. (jk)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.