Beijing (ANTARA) - Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia Imron Cotan mengatakan para pemuda dan pelajar Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di China harus berperan aktif mendukung hubungan baik kedua negara, terutama hubungan antar-masyarakat.
"Perwakilan Pemerintah Indonesia di mana pun termasuk di China tidak akan dapat maksimal tanpa didukung peran pelajar dan pemuda Indonesia di negara dimaksud," katanya saat membuka kongres pertama pemuda dan pelajar Indonesia di China, di Beijing, Sabtu.
Imron mengatakan pemuda dan pelajar yang menuntut ilmu di China memiliki hubungan yang intensif dengan masyarakat China di tempat mereka tinggal. "Sehingga hubungan yang terbangun antara pemuda serta pelajar Indonesia dan masyarakat China di lingkungan tempat tinggal mereka lebih kuat, bersentuhan langsung dengan kehidupan nyata masyarakat China sehari-hari," tuturnya.
Dubes Imron mengatakan perwakilan pemerintah Indonesia, utamanya di China, tidak bisa menjangkau seluruh masyarakat China untuk memperkuat hubungan baik kedua negara, utamanya hubungan masyarakat kedua pihak.
"Di sinilah peran pelajar dan pemuda Indonesia sangat penting untuk mendukung hubungan yang baik kedua negara, dengan memperkuat hubungan antar-masyarakat kedua bangsa," katanya.
Imron menambahkan, "Apa yang ditampilkan sehari-hari para pelajar dan pemuda Indonesia di lingkungan tempat tinggal mereka di China, dapat memberikan sebagian gambaran nyata bagaimana Indonesia dan masyarakatnya. Karena itu tampilkan citra baik Indonesia melalui perilaku sehari-hari."
Dubes Indonesia tersebut mengemukakan pelajar dan pemuda Indonesia di China juga harus mampu menciptakan jejak tentang apa dan bagaimana Indonesia di Negeri Panda, tahap demi tahap.
"Bawalah Merah Putih, dan Garuda Indonesia dalam setiap kegiatan pemuda dan pelajar Indonesia di China. Jejak kaki kebudayaan China ada di hampir seluruh penjuru dunia. Di mana-mana ada restoran China, makanan China. Nah, kita juga harus bisa membuat Indonesia memiliki jejak kaki di manapun di dunia ini, khususnya China. Tidak mudah, tetapi bukan tidak mungkin," tutur Imron Cotan.
Atase Pendidikan KBRI Beijing Chaerun Anwar mengatakan kongres pertama pemuda dan pelajar Indonesia di China diikuti 28 peserta yang mewakili pemuda dan pelajar Indonesia di beberapa wilayah di China.
"Saat ini jumlah pelajar dan pemuda Indonesia yang tengah menuntut ilmu di China tercatat 9.535 orang yang tersebar di beberapa sekolah menegah dan universitas di China yang tersebar di kota Beijing, Shanghai, Nanning, Chongqing dan lain-lain. Mayoritas pelajar dan pemuda Indonesia di China memilih jurusan bahasa Mandarin, yakni sekitar 62 persen," ungkapnya.
Saat ini pelajar dan pemuda Indonesia di China mendirikan organisasi di masing-masing wilayah tempat mereka menuntut ilmu, belum terorganisasi menjadi karena jumlah pelajar dan pemuda Indonesia di China awalnya masih relatif sedikit, kata Chaerun.
"Sekarang dengan kemajuan China yang pesat di berbagai bidang, dan keterbukaan sektor pendidikan di China, maka jumlah pelajar dan pemuda Indonesia yang menuntut ilmu di Negeri Panda semakin meningkat. Karenanya sudah saatnya untuk dibentuk satu organisasi yang mewadahi pelajar dan pemuda Indonesia di China," katanya.
Chaerun mengatakan kongres yang berlangsung hingga 28 Oktober 2012 itu akan merumuskan dan mensahkan AD/ART organisasi yang akan dibentuk itu, termasuk memilih dan melantik ketua dan struktur kepengurusannya. (ar)



Yahoo! OMG