Penghargaan buat SBY

Ekonom: Segera Realisasikan Insentif bagi Petani Kedelai

  • Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    Tempo
    Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjungjabung Timur, Aripuddin, mengatakan PT Petro China menolak membantu bahan baku hasil gasnya untuk program pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Gas. Program ini digagas Bupati Tanjungjabung Timur Zumi Zola.

  • Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    Tempo
    Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    TEMPO.CO, Jakarta -Konsultan periset maskapai penerbangan, Skytrax merilis rating 20 maskapai terburuk di dunia. Salah satu yang masuk dalam daftar itu adalah maskapai penerbangan Indonesia, Merpati Nusantara Airlines.

  • Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    Tempo
    Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    TEMPO.CO, Jambi - PT Petro China Jabung International LTD menyatakan telah mengantongi izin sesuai Surat Keputusan Bupati Tanjungjabung Timur Nomor 113 Tahun 2006. Surat dikeluarkan di Muarasabak, ibu kota Kabupaten Tanjungjabung Timur, pada 2 Februari 2006.

Jakarta (ANTARA) - Pengamat Ekonomi LIPI Agus Eko Nugroho minta pemerintah segera merealisasikan insentif bagi para petani kedelai, berupa lahan dan bibit, serta kemudahan akses pembiayaan.

"Hal itu untuk mendorong petani menanam kedelai dan produksinya bisa menopang kebutuhan masyaraka," kata Agus Eko Nugroho kepada pers saat ditemui di Jakarta, Senin.

Agus menekankan pembebasan bea masuk adalah solusi jangka pendek yang tidak memberi pengaruh signifikan kepada para petani.

Dia menekankan perlunya langkah konkret dari Perum Bulog dengan mengimpor bibit kedelai dalam jumlah besar untuk melepaskan petani dari sistem oligopoli pasar.

"Jika hanya membebaskan bea masuk, para importir besar masih tetap bisa mengendalikan harga, dan yang menjadi korban adalah petani," katanya.

Menurut Agus, disini peran pemerintah untuk melakukan intervensi melalui peran Bulog untuk bisa melindungi para petani dan produksi kedelai dari domestik sebagai basis ketahanan pangan nasional.


Kemudahan finansial


Terkait akses pembiayaan, Agus mengatakan kemudahan finansial bagi para petani bisa diwujudkan melalui kredit dan bantuan sosial lainnya yang sudah dijalankan pemerintah sseperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Namun Agus berpendapat, petani memerlukan peningkatan nilai kredit untuk sektor pangan atau setidaknya seimbang dengan sektor lain.

"Pemerintah memberikan kredit pada sektor yang `profitable` (menguntungkan, -red) seperti perdagangan, sedangkan pertanian hanya mendapat alokasi kurang dari 20 persen, paling hanya 16-18 persen," katanya.

Agus juga menjelaskan mengenai kecenderungan petani yang tidak memilih kedelai. Menurut Agus, hal itu disebabkan perbedaan sistem subsidi yang terjadi sekarang dengan saat Orde Baru.


Dia menjelaskan, jika pada zaman Orde Baru, petani diberikan subsidi pupuk dan penyuluhan tentang produksi kedelai, sehingga kualitasnya bisa bersaing di pasar dan dapat memberi keuntungan. "Sekarang, petani suruh cari tahu sendiri, di pasar tidak ada regulasi pemerintah. Yang ada dominasi importir , jadi mereka bisa mainkan harga," katanya. (ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat