Ekstrimis Meracun Air Minum, 140 Siswa Sakit

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 140 siswi sekolah di Afghanistan, dilarikan ke rumah sakit, akibat meminum air yang diduga diracuni oleh ekstrimis, yang tidak menghendaki wanita mengenyam pendidikan.

Menurut Direktur Departemen Kesehatan Provinsi Takhar, Hafizullah Safi, para korban berusia kisaran 14 hingga 30 tahun, mereka menderita pusing dan muntah, setelah meminum air yang berasal dari bak penampungan sekolah Distrik Rostaq.

Kendati sebagian dari mereka menderita hingga pingsan, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. "
Melihat kondisi kesehatan gadis-gadis ini, saya bisa memastikan bahwa air sudah terkontaminasi oleh racun," ujar Safi, seperti dikutip dari CNN, Rabu (18/4/2012).

Pihak berwenang setempat, mengatakan tengah menyelidiki insiden itu, dan tengah mengejar pelaku. Sementara itu, Bupati Rostaq, Malem Hussain, mengecam keras insiden itu, yang nilainya dapat mengancam stabilitas perdamaian di Afghanistan. 


Insiden yang sama sebelumnya pernah terjadi di tahun 2010, saat itu lebih dari 100 siswi, berikut juga dengan guru mereka menderita keracunan.

Selama rezim Taliban berkuasa di Afghanistan, yaitu dari tahun 1996 hingga 2001, perempuan Afghanistan dilarang mengenyam pendidikan. Larangan itu dicabut setelah Amerika Serikat (AS), dan sekutunya berhasil menumbangkan rezim, dalam invasi beberapa tahun yang lalu. (cnn)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.