Ekuador Tutup 26 Organisasi Non-Pemerintah

Quito (AFP/ANTARA) – Pemerintah Ekuador akan menutup 26 organisasi bantuan, setelah proses selama tiga tahun, karena tidak memberikan laporan yang dibutuhkan pihak berwenang mengenai misi mereka di negara itu.


“Ini tidak diputusakan dalam semalam dan bukan pengusiran,” ujar Gabriela Rosero kepada kantor berita negara Andes.


Para kelompok itu “tidak menghormati” kewajiban mereka, yang ada dalam persetujuan dengan pemerintah Ekuador, ujar salah seorang sumber di kantor kerja sama internasional Kementerian Luar Negeri kepada AFP.


Beberapa dari kelompok tersebut “tidak memiliki banyak proyek yang dijalankan ataupun beroperasi di Ekuador,” tambahnya.


Dari 26 kelompok, sembilan di antaranya berbasis di Amerika Serikat dan 11 lainnya di negara-negara Eropa.


Ini bukan pertama kalinya Ekuador menindak organisasi non-pemerintah (NGO) dalam kepemimpinan presiden sayap kiri, Rafael Correa.


Pada 25 Juni, presiden menuduh beberapa organisasi bantuan tertentu didanai oleh kelompok sayap kanan AS yang mencoba membuat pemerintahannya menjadi tidak stabil.


Dia menutup NGO lainnya, yang dituduh mendukung para demonstran pribumi pada 2009 menentang hukum baru mengani pertambangan, dan menyingkirkan kekebalan diplomatik kepada kelompok HAM yang dituduh terkait dengan gerilyawan Kolombia, FARC. (dh/pt)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.