Empat Terluka dalam Festival Banteng di Spanyol

Madrid (AFP/ANTARA) – Banteng seberat setengah ton mengejar para pelari di festival San Fermin, Spanyol pada Selasa, melukai sedikitnya empat orang.


Dua pria mengalami memar di bagian kaki, satu orang dirawat karena mengalami memar di bagian wajah, dan satu orang mengalami memar di bagian lengan, kata seorang juru bicara Palang Merah. Keempatnya dilarikan ke rumah sakit namun luka yang mereka alami tidak serius.


Hingga kini belum ada rincian lebih lanjut yang dilaporkan.


Sejumlah banteng dari peternakan El Pilar tersebut, yang terkenal karena kecepatannya, hanya membutuhkan waktu selama dua menit 22 detik untuk menyelesaikan rute sepanjang 850 meter (2.800 kaki), waktu tercepat dari empat hari pertunjukan lari banteng yang diselenggarakan tahun ini.


Seekor banteng menginjak seorang pelari yang jatuh di tengah lintasan, namun pria itu terlihat mampu berdiri setelahnya.


“Anda benar-benar harus mengendalikan ketegangan anda, terutama di awal ketika terjadi kepadatan dan orang-orang mendorong anda,” kata Jonathan Llanos, seorang imigran berusia 23 tahun dari Ekuador yang datang dari Zaragoza untuk berlari dengan banteng-banteng itu.


Para pelari mengenakan pakaian merah dan sapu tangan merah dililitkan di bagian leher, mereka berlari di tempat dan melakukan latihan peregangan sebelum memulai lari banteng di festival San Fermin tahun ini, saat mereka berdiri di belakang garis polisi.


Seorang pria berdoa dan mencium salib yang ia kenakan di bagian leher sebelum aba-aba ditembakkan, sebagai sinyal bahwa banteng telah dibebaskan dari kandang mereka. (ai/pt)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.