New York (AFP/ANTARA) - Kurs euro didorong lebih tinggi pada Jumat (Sabtu pagi WIB), di tengah ekspektasi lebih besar bahwa Spanyol akan menyerah dan meminta dana talangan yang akan membawa beberapa ketenangan baru untuk zona euro.
Sementara itu, yen turun lagi karena para pedagang memperoleh lebih banyak selera untuk risiko.
Pada 21.00 GMT (Sabtu 04.00 WIB), euro diperdagangkan pada 1,2958 dolar, naik dari 1,2926 dolar pada akhir Kamis.
Greenback lebih tinggi didorong menjadi 78,39 yen dari 78,33 yen, sementara euro menguat menjadi 101,60 yen dari 101,25 yen.
"Euro terus menguat sementara surat utang jangka pendek Spanyol naik nilainya, meskipun fakta bahwa S&P menurunkan peringkat Spanyol satu tingkat di atas `sampah` pada Jumat. Mengapa?" kata Christopher Vecchio, analis mata uang di DailyFX.
"Ini merupakan indikasi yang jelas bahwa uang sedang diposisikan untuk dana talangan Spanyol tak terelakkan dan keterlibatan berikutnya dari ECB di pasar obligasi."
Dolar Australia lebih rendah, menjadi 1,0283 dolar AS, di tengah peringatan pihaknya menghadapi banyak kelemahan karena pertumbuhan China melambat.
"Dengan saham dituutup di luar kerugian terburuk mingguan mereka dalam lebih dari empat bulan, perhatian sekarang beralih ke ekonomi terbesar kedua di dunia karena serangkaian data ekonomi dari China keluar pada minggu depan," kata David Song dari DailyFX.
"Selain itu, pertumbuhan dan inflasi diperkirakan akan melambat lebih lanjut karena kawasan terus menghadapi ancaman untuk `penurunan tajam` (hard landing) dan setumpuk angka suram mungkin memiliki dampak besar pada dolar Australia," katanya.
Dolar AS turun menjadi 0,9326 franc Swiss dari 0,9346 franc, sementara pound Inggris naik menjadi 1,6069 dolar dari 1,6043 dolar. (tp)


