Faisal Basri: Mau Calon Gubernur Beli Dagangan yang Busuk

Tribun Jakarta Digital

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Indikasi lain yang terjadi pada Pemilukada DKI -sama seperti yang terjadi pada sebagian besar daerah lain di Indonesia- adalah terjadinya praktik jual-beli suara dukungan.

Bicara soal politik uang, Faisal Basri menjadi satu pihak yang merasa dicemari nama baiknya lantaran sebagian pendukungnya -mantan tim sukses Faisal dan Biem- mengalihkan suara ke satu pasangan lain pada putaran kedua pemilihan Gubernur DKI 2012.

Menanggapi hal tersebut, Faisal Basri berkomentar sinis. Ia melihat hal tersebut sebagai sebuah kebusukan.

"Lucu ya, kok mau calon gubernur itu beli dagangan yang busuk. Kualitas yang beli dan jual itu berarti sama. Tapi, motif orang kan berbeda-beda. Mudah-mudahan mereka cepat sadar. Apa yang mereka lakukan enggak ngaruh. Mereka awalnya ikut saya, bukan ikut orang-orang itu," ujar Faisal.

Faisal memang tidak memiliki bukti keterlibatan mantan timnya diberikan imbalan atau tidak. Tapi, ia yakin mereka mendapat uang dari cagub dan cawagub tersebut.

"Saya enggak dapat bukti. Tapi, pasti 99,9 persen mereka dapat uang," katanya.

Ada suatu kejadian yang membuat Faisal merasa terharu di tengah-tengah hebohnya berita soal jual beli suara.

Pada suatu hari pukul 02.00 dini hari, seorang pendukungnya, Budi, warga Tanjung Alor, Cengkareng menelepon dirinya. Budi mengatakan, berdasarkan cerita Faisal, kecewa pada teman-temannya yang menjual suara.

"Saya terharu masyarakat sampai begitu. Nanti malam saya mau ketemu sama Orang Indonesia, mereka kecewa berat sama orang yang jual-jual itu," tuturnya.

Faisal menegaskan tidak mendukung siapapun pada putaran kedua. Ia juga tidak memperjualbelikan apa yang sudah ia dapat secara kolektif.

"Saya sama seperti Anda, enggak ada harganya lah, cuma satu suara," ucapnya.

Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI
  • Foke-Jokowi Saling Sindir di Akhir Debat
  • Foke Tak Cukup Buktikan Bersih untuk Menang Pilkada
  • Jokowi Nilai Foke Hanya Bisa Beretorika
  • Jokowi: Pencalonan Saya Diperbolehkan Undang-undang
  • Nachrowi: Kalau Tidak Manis Tak Mungkin Jokowi ke Jakarta
  • Nachrowi Ramli: Haiya Ahok!
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat