Federer Semakin Terpacu Setelah Menjadi Ayah

London (AFP/ANTARA) - Roger Federer percaya bahwa menjadi ayah dan merayakan ulang tahun ke-30 telah menginspirasinya untuk meraih rekor tujuh kali juara turnamen tenis Wimbledon.

Federer menyamai rekor Pete Sampras dengan gelar tujuh kali juara di All England Club dan merayakan mahkota ke-17 Grand Slam setelah menang 4-6, 7-5, 6-3, 6-4 atas petenis Inggris Andy Muray dalam final Wimbledon kedelapannya di London, Minggu.

Kemenangan itu, yang diraih di stadion tertutup Center Court bernilai 80juta pounds (sekitar Rp1,67 triliun), juga memungkinkannya untuk kembali ke puncak peringkat dunia dimana minggu ini ia akan menempatinya untuk minggu ke-285, hanya terpaut satu minggu dari rekor milik Sampras.

Secara keseluruhan, ini bukanlah hari yang buruk bagi petenis yang menjadi legenda pada zaman keemasan Novak Djokovic dan Rafael Nadal, serta petenis yang tidak pernah meraih gelar Grand Slam sejak meraih gelar ke-16 di Australia Terbuka 2010.

Tetapi, Federer berkata bahwa ia sangat terdorong oleh keinginan agar kedua putri kembarnya yang bulan ini genap berusia tiga tahun, menyaksikan ayahnya yang berada di puncak prestasi, bukan pada penurunan prestasi.

"Orang-orang terkadang lupa bahwa saya memiliki dua puteri kembar. Hal itu berdampak besar bagi hidup saya. Ini sangat membantu dalam setiap permainan saya melebihi apapun karena saya berpikir saya akan memainkan permainan tenis terbaik dalam hidup saya saat ini," kata Federer.

"Tetapi untuk dapat melakukan semuanya secara bersama-sama adalah suatu tantangan. Dan saya berpikir untuk belajar dari kesalahan. Anda mencoba untuk menjadikan hal itu berlaku bagi setiap orang. Itu tidak mudah. Saya akui itu," kata Federer.

"Kemenangan hari ini adalah sebuah impian yang menjadi nyata untuk saya dan keluarga saya dan melihat mereka ada di sini. Yah, ini kemenangan besar," katanya menambahkan.

Federer berusia lima tahun lebih tua dibandingkan Murray dan Djokovic, serta empat tahun lebih tua dibanding Rafael Nadal yang memegang rekor tujuh kali juara di Perancis Terbuka bulan lalu.

Keberhasilannya mengalahkan Djokovic dan Murray dalam pertandingan berturut-turut di All England Club membuat Federer optimis akan masa depannya untuk lebih sukses lagi.

Meskipun Djokovic dan Nadal telah bermain di babak final pada empat Grand Slam sebelumnya, Frederer masih menjadi bagian pada masa keemasan itu karena 29 dari 30 gelar kejuaraan penting, dibagikan diantara mereka bertiga.

"Saya merasa telah menikmati pertandingan yang menyenangkan. Saya sangat gembira di umur saya sekarang ini, karena saya merasa memiliki pencapaian hebat dan saya tahu masih ada peluang untuk tetap berprestasi di masa depan," kata Federer.

"Ini sangat berbeda ketika saya berumur 20 atau 25 tahun. Kini, kehidupan saya lebih stabil. Saya tidak ingin ada yang berubah. Jadi, ini sangat, sangat spesial sekarang," katanya menambahkan.

Dalam waktu dekat, Frederer akan kembali ke All England Club, lokasi pertandingan Wimbeldon karena ia juga akan tampil di Olimpiade London 27 Juli sampai 12 Agustus mendatang dan mengatakan bahwa ia yakin dapat kembali pada posisi teratas dunia lagi.

"Ini adalah sesuatu yang bersifat sementara," kata Frederer setelah menanti 2,5 tahun untuk gelar Grand Slam ini.

"Saya percaya akan ada masanya berada di bawah, seperti kata Andre Agassi (yang berusia 32 tahun ketika memenangi Australia Terbuka 2003) bahwa ini hanyalah batu pijakan, satu periode yang harus saya lalui," kata Frederer.

"Saya hampir 90% menang dalam setiap pertandingan tahun ini, ini tidak mungkin terjadi setiap tahun. Jadi Anda akan selalu berada di atas atau di bawah," katanya. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.