Penghargaan buat SBY

Filipina: AS Akan Lindungi Laut China Selatan

Manila (AFP/ANTARA)- Filipina Rabu mengatakan Amerika Serikat berjanji akan melindungi pihaknya dari serangan-serangan di Laut China Selatan, sehari setelah China mengeluarkan satu peringatan menyangkut sengketa wilayah di perairan itu.

Menteri Pertahanan Voltaire Gazmin mengatakan ia mendapat jaminan dalam perundingan di Washington pekan lalu di mana dibicarakan masalah ketegangan yang meningkat antara Filipina dengan China berkait klaim yang disengketakan menyangkut satu daerah beting di laut itu.

Gazmin mengatakan Menlu AS Hillary Clinton dan Menteri Pertahanan Leon Panetta menekankan mereka tidak berpihak dalam sengketa itu, tetapi mereka menjamin Filipina bahwa AS akan menghormati perjanjian pertahanan bersama tahun 1951.

"Itu termasuk serangan bersenjata...terhadap wilayah-wilayah pulau di kawasan Pasifik," kata Gazmin mengutip ketentuan-ketentuan bagi sekutu-sekutu untuk saling membantu.

Menjawab satu pertanyaan tentang sengketa itu dengan China itu menyangkut Beting Scarborough , Gazmin mengatakan ia menerjemahkan pernyataan Hillary itu berarti AS akan melindungi Filipina dari setiap serangan di Laut China Selatan.

"Secara keseluruhan, mereka mencakup masalah kita di Laut Filipina Barat," katanya menggunakan nama Filipina bagi perairan itu.

China dan Filipina menggelar kapal-kapal di Beting Scarborough lebih dari sebulan dalam usaha untuk memperkuat kedaulatan mereka atas daerah itu.

China mengklaim seluruh wilayah Laut China Selatan sebagai miliknya, kendatipun perairannya dekat dengan pantai-pantai negara-negara Asia lainnya.

Filipina menegaskan pihaknya memiliki kedaulatan atas beting itu karena berada dalam zona ekonomi eksklusif 200 mil lautnya.

Beting tiu terletak sekitar 230km dari pulau utama Filipina, Luzon dan 1.200km barat laut dari darat utama paling dekat China, kata peta angkatan laut Filipina.

Taiwan, Brunei Darussalam, Vietnam dan Malaysia juga mengklaim sebagian dari Laut China Selatan yang diduga memiliki cadangan besar minyak dan gas, yang membuat wilayah itu sebagai salah satu dari titik rawan konflik militer di Asia.

China Selasa memperingatkan pihaknya siap untuk menghadapi "setiap peningkatan ketegangan di wilayah yang disengketakan dengan Filipina itu, setelah satu tajuk rencana dalam sebuah surat kabar yang dikelola Partai Komunis yang berkuasa menyerukan satu perang berskala kecil untuk mengakhiri konflik itu.

Menlu Albert del Rosario juga mengeluarkan satu pernyataan Rabu dengan mengatakan Hillary dan Panetta telah menegaskan dalam perundingan di Washington pada perjanjian pertahanan bersama dengan Filipina itu.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.