Manila (AFP/ANTARA) â Filipina berusaha menarik investasi dari perusahaan-perusahaan Jepang yang terpukul oleh sengketa teritorial negara mereka dengan China, ujar seorang pejabat perdagangan senior pada Rabu.
Perusahaan-perusahaan Jepang di China ditargetkan dalam beberapa pekan terakhir oleh para demonstran yang marah terkait sengketa Kepulauan Senkaku yang dikuasai Jepang di Laut China Timur, yang mereka sebut dengan nama Diaoyu, memaksa dilakukannya sejumlah penutupan.
Wakil Menteri Perdagangan Filipina, Cristino Panlilio mengatakan bahwa pemerintahnya sedang mempertimbangkan 15 dari perusahaan-perusahaan tersebut yang memiliki potensi terbaik untuk merelokasi beberapa operasi mereka dari China ke Filipina.
âKami tidak ingin mengatakan bahwa kami ingin mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain, namun kami berusaha menjadi praktis dan membantu perusahaan-perusahaan Jepang ini,â kata Panlilio kepada para wartawan.
âKami mengeluarkan sejumlah perintah terhadap perdagangan kami untuk mendekati perusahaan-perusahaan Jepang ini, baik di China maupun di Jepang.â
Ia menolak untuk menyebutkan nama-nama perusahaan yang sedang didekati.
Untuk menarik minat Jepang, Panlilio mengatakan bahwa pemerintahnya menawarkan insentif pajak sekaligus mempromosikan masyarakat yang berpendidikan, stabilitas ekonomi, dan upaya Presiden Benigno Aquino untuk memberantas korupsi.
Ia mengatakan bahwa tanpa adanya ketegangan diplomatik, meningkatkan gaji pekerja di China membuat Filipina lebih menarik bagi perusahaan-perusahaan Jepang. (ai/ml)


Yahoo! OMG