Manila (AFP/ANTARA) â Pihak berwenang Filipina pada Rabu mengatakan bahwa orang ke-58 tewas dalam pembantaian politik terburuk di negara itu, setelah memutuskan bahwa seorang jurnalis yang hilang sejak pembantaian termasuk dalam korban yang terbunuh.
Para anggota dari klan politik yang berkuasa dituduh berada di balik pembantaian 2009. Mereka masing-masing didakwa dengan jumlah 58 pembunuhan, karena diduga membunuh Reynaldo Momay, ujar petugas pengadilan Jimmy Cardines.
âPengadilan secara resmi menerima informasi dari jaksa negara tentang korban pembunuhan ke-58,â kata Cardines kepada AFP.
Penembakan itu diduga didalangi oleh klan tersebut dalam upaya menghentikan sebuah saingan lokal agar tidak menantang salah satu dari mereka untuk jabatan gubernur di provinsi Maguindanao, yang selama satu dekade di perintah oleh keluarga itu.
Momay, fotografer untuk surat kabar lokal Midland Review, dinyatakan hilang setelah 57 mayat, termasuk 31 wartawan lainnya, digali dari kuburan massal.
Namun para penyidik akhirnya menyimpulkan bahwa satu set gigi palsu yang ditemukan di tempat kejadian adalah milik Momay, yang mengarah pada keputusan resmi untuk memasukkannya sebagai korban, kata Nestor Burgos dari National Union of Journalists of the Philippines.
âMeski ini termasuk dalam kategori berita buruk, yang penting adalah bahwa keluarganya kini dapat memperoleh keadilan,â kata Burgos kepada AFP. (ai/pt)


Yahoo! OMG