Filipina Pelajari Kesepakatan Militer Dengan Singapura

Manila (AFP/ANTARA) - Filipina sedang mempelajari perjanjian pelatihan militer dengan Singapura dan mengamati dengan seksama kemajuan kesepakatan yang sama dengan Australia sebagai pelajaran, kata departemen pertahanan, Sabtu.

Usulan Perjanjian Kunjungan Angkatan Bersenjata (VFA) akan memungkinkan Filipina dan tentara Singapura untuk melakukan pelatihan di negara masing-masing, dan menghidupkan kembali latihan bersama yang terhenti pada tahun 1996, kata juru bicara departemen Petrus Galvez.

Departemen pertahanan menginginkan pengalaman VFA yang ada Filipina dengan Amerika Serikat dan Rancangan undang-undang VFA dengan Australia yang sekarang sedang diperdebatkan di Senat, kata Galvez.

"Mereka menyusun semua pengalaman dengan berbagai perjanjian sehingga kita dapat menyusun VFA sebaik-baiknya (dengan Singapura) sehingga setiap orang dapat menyetujui," katanya kepada AFP.

Singapura memiliki perjanjian latihan militer dengan Filipina pada tahun 1994 trtapi latihan bersama dihentikan pada 1996 karena menurut hukum Filipina, masuknya tentara asing untuk pelatihan perang harus dipayungi oleh VFA yang disetujui oleh Senat.

Singapura mengajukan rancangan usulan ke Filipina pada tahun 2007 tetapi kemajuan RUU akhir tersebut lambat karena karena Manila tidak memiliki tenaga kerja yang berkaitan, kata Galvez.

Amerika Serikat, sekutu utama pertahanan negara, menutup VFA semacam pada 1999 sedangkan perjanjian serupa dengan Australia sedang menunggu.

Kalangan nasionalis dan kaum kiri menentang perjanjian tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan negara.

Hubungan pertahanan Filipina telah mendapat perhatian yang lebih besar dalam pekan terakhir setelah kebuntuan maritim dengan China pecah dua bulan lalu atas sengketa wilayah di Laut China Selatan.

Galvez mengatakan "kita lebih positif dengan VFA Australia. Jika masalah itu diatasi, akan menjadi rujukan untuk negara-negara lain".

Namun ia mengatakan hal itu memerlukan waktu yang lama sebelum perjanjian dengan Singapura diajukan kepada para senator.(rr)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.