Firman Cs Kerap Lakukan Kejahatan dengan Angkot

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kejahatan dalam angkot bukan pertama kali terjadi di ibu kota. Kejadian yang menimpa Is (31), Senin (23/7/2012) di dalam angkot C-01 sekitar Lapangan Banteng Sawah Besar, Jakarta Pusat merupakan kejadian yang perlu menjadi perhatian bagi para perempuan yang berpergian pada malam hari.

Modusnya rata-rata hampir sama yaitu dengan mencari korbannya pada malam hari dan dilakukan terhadap perempuan. Itulah yang dilakukan komplotan Firman (27) terhadap Is. Firman sebagai otak pelaku kejahatan tersebut mengajak teman-temannya yang lain untuk melakukan aksinya pada malam itu.

"Memang ada yang sudah tertangkap (Firman), dengan mengatakan 'Ayo kita cari ibu-ibu' itu sudah sebuah isyarat untuk mengajak melakukan kejahatan," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (28/7/2012).

Menurut Rikwanto, kasus pencurian dengan kekerasan yang dialami Is tidak serta merta berkaitan dengan bulan ramadhan dimana para pelakunya mencari barang berharga untuk lebaran. Tetapi memang pada dasarnya mereka sudah memiliki niat jelek

"Tidak terkait dengan ramadhan atau hal lain karena seminggu sebelumnya mereka sudah melakukan hal yang sama di daerah senen," ungkap Rikwanto.

Cerita Is yang menjadi korban Curas dalam angkot cukup dramatis, warga Johar Baru tersebu t hampir menjadi korban perampokan dan perkosaan di dalam angkutan kota (angkot), Senin (23/7/2012) tengah malam.

Kejadian bermula saat Is menumpang angkot C-01 bernomor polisi B 1106 VTX jurusan Cileduk-Senen dari Senen, sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Is baru pulang dari tempat kerjanya. Saat naik ke angkot, selain sopir sudah ada tiga penumpang, yang salah seorang kemudian diketahui bernama Ari Anggara.

Beberapa saat angkot melaju, tiba-tiba lampu dalam angkot dipadamkan. Bersamaan dengan itu juga, tiga pelaku yang duduk di belakang langsung beraksi. Seorang mencekik leher Is dan yang lain menggerayangi Is.

Beruntung teriakan Is didengar Nicolas Sandi seorang anggota TNI yang kebetulan kendaraannya beriringan dengan angkot tersebut. Melihat kejanggalan, ia pun mengejar angkot tersebut. Mengetahui kendaraannya dikejar, para pelaku mendorong Is keluar dari angkot di depan Gedung Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka Utara, sampai akhirnya Is pun selamat.

Dalam kejadian tersebut, menurut Rikawanto total pelakunya ada lima orang, tiga orang berhasil diringkus diantaranya AA (16), Sufirman alias Firman (27), dan Sutrisno (19), kini pelaku masih mengejar dua pelaku lainnya yang masih buron.

Baca Juga:

  • Pembunuh Dalam Tabung Terancam Hukuman Mati
  • Hindari Sepeda, Truk Tebu Tabrak Pohon
  • Sumbangan Sekolah di Malang Akan Diaudit BPK
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat