Kenaikan BBM

FKPPD: Pernyataan Ruhut dan Hayono Tidak Etis

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menyikapi berbagai persolan internal partai Demokrat yang belakangan ini kian meruncing, Forum Komunikasi Penerus Partai Demokrat mengimbau agar semua pihak tetap patuh pada etika dan aturan partai. 

"Hal ini sangat penting, terutama untuk mencegah pernyataan-pernyataan beberapa elite Partai yang berpotensi memicu perpecahan di tubuh partai. Kami menilai, pernyataan beberapa elite partai Demokrat seperti pernyataan Hayono Isman dan Ruhut Sitompul di media yang meminta ketua umum DPP partai Demokrat Anas Urbaningrum mundur sangat tidak etis dan tidak menghargai aturan partai," kata Donny KSH, Koordinator FKPPD.

Menurut Donny, pernyataan tersebut kian memperkeruh suasana. "Aturan partai jelas tidak membenarkan ketua umum dilengserkan kecuali tersangkut masalah hokum, mangkat atau berhalangan, katanya. Sementara itu, lanjut Donny, ketua umum jelas tidak terbukti tersangkut masalah hukum dan tidak berhalangan.

Karena itu, Ketua Umum tetap diamanahkan oleh konstitusi Partai untuk terus melanjutkan kepemimpinannya.Tidak ada yang berhak melabrak konstitusi Partai.

Semua pihak, bahkan para pendiri partai demokrat yang baru-baru ini melakukan konsolidasi, harus tunduk dan patuh pada etika dan aturan partai. "Ini syarat utama untuk menjadikan Partai Demokrat sebagai partai modern yang konsisten memperjuangkan visi dan ideologi partai. Kami berharap, semua pihak bisa menahan diri untuk melakukan tindakan atau mengeluarkan pernyataan yang bisa mengganggu kondusivitas partai. Biarkan pengurus bekerja, dan mari kita dukung agar citra partai yang merosot ini cepat pulih. Mari bersatu untuk Demokrat Jaya," ujarnya dalam surat elektronik yang diterima Tribunnews, Selasa (19/6/2012).

baca juga:

  • KNPI Jadikan 2012 sebagai tahun Kebangkitan Pemuda
  • Perangko Elektronik Terganjal Investasi Alat Cetak
  • Korban Lapindo Jalan Kaki ke Jakarta, Ical: Capek Dong!
  • Rektor Unhalo Mangkir dari Pemeriksaan KPK
  • Wapres Tagih Janji Soal Konversi BBM ke Gas
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat