Perang Lawan Geng Motor

Fokus Pilpres, Kemendagri Undur Sejumlah Pemilukada

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berencana melakukan pengunduran waktu pemiluhan umum kepala daerah yang masa jabatannya berdekatan dengan pemilihan presiden. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi, mengatakan upaya tersebut dilakukan karena pemerintah akan lebih memprioritaskan pemilihan presiden dan legislatif.

"Saya kira sikap pemerintah akan cenderung seperti itu, karena akan lebih fokus pada pilpres dan pileg," kata Gawaman kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Selasa (7/8). Menurut dia, pada 2013 nanti, akan ada sebanyak 43 daerah yang seharusnya melangsungkan pemilihan kepala daerah. Namun, pelaksanaan pemilihan kepala daerah akan menjadi tertunda akibatnya.

Gawaman mengatakan, jika pada 2013 nanti sejumlah daerah tersebut tetap menggelar ajang pencarian kepala daerah, akan akan menambah beban terhadap penyelenggaran pemilu. Hal itu juga akan berpengaruh terhadap kepala daerh yang masa jabatannya akan berakhir pada 2014. "Sehingga pelaksanaannya harus ditunda pada 2015," ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, lanjut dia, tidak menutup kemungkinan akan diadakan secara serentak. Kemendagri, hingga saat ini masih mencoba menyimulasikan data dan tahapan pelaksanaannya. Dalam upaya itu, ada dua model yang akan dilakukan simulasi, yakni pemilihan secara nasional dan lokal.

Pada rencana itu juga, Kemendagri akan melakukan pengelompokkan serta penetapan rentang waktu dalam pelaksanaan pemilihan presiden. Jika rentang waktu sebanyak dua kali, menurut Gawaman bisa dilakukan cukup dengan satu periode yang ditunda atau dimajukan pelaksanaannya. Setelah itu, maka penggabungan akan bisa dilakukan. "Saya sudah minta Dirjen Otda untuk menyimulasikan," katanya.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.