Kilas Balik 2012: Tortor Diakui Malaysia
Hubungan dengan Malaysia, tetangga dekat yang serumpun, memang senantiasa panas-dingin. Ada saja hal yang memicunya. Dari soal TKI, sepak bola, hingga warisan budaya.
Pertengahan tahun 2012, topik yang jadi bahan adalah soal tari tortor dan musik gordang sambilan. Alkisah, pemerintah Malaysia berniat mencatatatkan keduanya sebagai warisan budaya komunitas Mandailing yang tinggal di Malaysia. Ini berangkat dari usulan komunitas Mandailing di sana, agar pemerintah Malaysia melindungi keberlangsungan tradisi mereka di sana.
Informasi yang tiba rupanya salah ditangkap. Reaksi negatif di tanah air bermunculan. Unjuk rasa terjadi di berbagai tempat, mengecam Malaysia yang dikira hendak mencaplok warisan budaya nasional. Demonstrasi itu ada yang bersuasana vandalisme, dengan telur, bebatuan, potongan kayu dilempar ke pusat budaya Malaysia dan Kedutaan Besar Malaysia.
Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman menyesalkan aksi kekerasan terhadap tempat diplomatik tersebut, dan meminta jaminan keamanan dari Indonesia. Isu ini mendingin setelah pejabat-pejabat kedua negara meluruskan situasi.
Soal mirip-miripan warisan budaya memang kerap terjadi antara Indonesia dengan Malaysia, yang akar kebudayaannya memang erat berkaitan.
Galeri foto terbaru
1 - 4 dari 22
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


