FSPB: Matematika dan IPA Sulit Dipahami Murid

Jakarta (ANTARA) - Matematika dan ilmu pengetahuan alam merupakan mata pelajaran yang paling sulit dipahami oleh sebagian besar murid sekolah menengah pertama dan atas di DKI Jakarta, kata Ketua Umum Forum Silaturahmi Pendidik Betawi, Samlawi.

"Akibatnya, nilai untuk dua mata pelajaran tersebut banyak yang jatuh saat ujian nasional tahun ini," kata Ketua Umum Forum Silaturahmi Pendidik Betawi (FSPB) Samlawi kepada pers di Jakarta, Minggu.

Hal tersebut disampaikan sehubungan rencana penyelenggaraan "Jakarta Teacher Forum 2012" yang akan berlangsung di Balai Kartini Expo, tanggal 9 Juni 2012 yang rencananya dihadiri antara lain Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo serta Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi.

Forum itu diharapkan akan dihadiri 6.500 guru yang berada di Jakarta termasuk Kepulauan Seribu.

Menurut Samlawi, dari hasil pembicaraan dengan sesama guru yang tergabung dalam FSPB, metode pembelajaran serta kemampuan guru saat menyampaikan materi mata pelajaran itu sangat berpengaruh terhadap pemahaman siswa.

"Ada guru yang memang kurang bisa menyampaikan materi kepada siswa karena memang belum banyak pengalaman mengajar. Tapi lebih banyak guru yang bisa menyampaikan materi kepada siswa," katanya.

Dia mengakui, sulitnya matematika dan IP sebagai mata pelajaran yang dapat dipahami siswa di Jakarta memang ada yang dipengaruhi oleh cara penyampaian guru.

"Tapi tidak sedikit pula ada beberapa siswa yang agak berkurang daya tangkapnya karena memang mata pelajaran itu cukup sulit," kata Samlawi.

Sertifikasi


Mengenai kualitas guru di Jakarta, dia mengatakan seluruh guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) sudah memiliki sertifikasi kompetensi, sehingga berkualitas untuk mendidik murid-murid.

"Jika guru memiliki sertifikasi maka diharapkan akan meningkatkan kualitas dan berkinerja baik saat mengajar di sekolah. Kalaupun ada yang bersertifikat tapi tidak berkualitas jumlahnya hanya satu dua saja dan itu kausuistik saja," katanya.


Sementara itu, Kepala SMKN 9 Pejompongan Dian Budiwati mengatakan, sejumlah sekolah dan guru di Jakarta selama ini memiliki metode belajar "learning grouping", yakni murid terbaik urutan satu hingga 10 diberi pengkayaan mata pelajaran dan selanjutnya mereka memberikan materi tambahan ke[pada teman=-temannya.

"Murid-murid yang memiliki kepandaian 10 besar selanjutnya bisa mengajari teman-temannya disamping memperoleh pembelajaran dari gurunya," kata Dian.

Metode tersebut, katanya, memberikan dampak positif terhadap hasil UN di Jakarta tahun ini yang memiliki prosentase 99 persen lulus. (tp)



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.