Garap Batu Bara di Aceh, ABMM Dekati Bank

  • Emas Naik karena Aksi "Short Covering"

    Antara

    Chicago (ANTARA/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada Senin (Selasa pagi WIB) karena aksi "short-covering" (pembelian kembali emas yang telah dijual), menghentikan penurunan tujuh sesi berturut-turut. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, naik 19,4 dolar AS, atau 1,42 persen, menjadi menetap di 1.384,1 dolar AS per ounce. Penurunan di pasar saham AS dan dolar yang bergerak melemah berkontribusi pada kenaikan emas pada Senin, kata para

  • Pengguna Internet Ilegal, Ratusan Miliar Hilang

    Pengguna Internet Ilegal, Ratusan Miliar Hilang

    Tempo
    Pengguna Internet Ilegal, Ratusan Miliar Hilang

    TEMPO.CO, Surabaya-Kepala Direktorat Jenderal Penyelanggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi Syukri Batubara mengungkapkan negara dan operator penyelenggara telekomunikasi rugi ratusan miliar akibat ulah pengguna internet ilegal.

  • Gadis Bercadar Jadi Tersangka Pemotong 'Burung'  

    Gadis Bercadar Jadi Tersangka Pemotong 'Burung'  

    Tempo
    Gadis Bercadar Jadi Tersangka Pemotong 'Burung'  

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Masih ingat dengan kasus pemotongan alat vital yang dialami Abdul Muhyi, 21 tahun, sepekan lalu? Pada Selasa subuh, 14 Mei lalu, Muhyi datang ke Puskesmas Pamulang dalam kondisi selangkangan berdarah. Ternyata kemaluannya sudah terpotong.

INILAH.COM, Jakarta – PT ABM Investama Tbk (ABMM) sedang menjajaki perbankan untuk pendaaan tambang batu bara di Aceh.

Perseroan melalui anak usahanya, telah mengalokasikan US$125 juta untuk proyek tersebut. Direktur PT ABM Investama Tbk, Yopie Priadi menuturkan, pihaknya masih melakukan pembicaraan dengan beberapa bank terutama bank asing dan lokal untuk membicarakan pendanaan proyek tambang batu bara di Aceh.

“Karena size besar bukan hanya satu bank tetapi beberapa bank sehingga masih dalam finalisasi,” ujar Direktur PT ABM Investama Tbk Yopie Priadi, dalam acara Investor Summit 2012, Rabu (28/11/2012).

Sementara itu, Dirut PT ABM Investama Tbk, Andi Djajanegara mengatakan, pihaknya menargetkan pekerjaan infrastruktur tambang batu bara di Aceh itu selesai pada semester kedua 2013. Perseroan juga sudah siap untuk memulai produksi secara komersial. Namun besaran produksi ditetapkan berdasarkan kontrak yang didapatkan dari konsumen perseroan baik dari luar negeri  seperti India, Cina, dan dalam negeri.

Adapun pembangunan infrastruktur Aceh yang berlokasi di Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Barat di bawah anak usaha PT Media Djaya Bersama tersebut akan mempermudah proses distribusi batu bara dari tambang ke pelabuhan yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia.

Tambang batu bara, Media Djaya Bersama berdiri di atas lahan 4.629 hektar dengan cadangan batu bara sebanyak 169 juta ton.

Selain itu, perseroan telah menghabiskan belanja modal sebesar US$231 juta per September 2012. Angka ini setara dengan 92% dari total alokasi belanja modal pada 2012 sebesar US$250 juta. Belanja modal itu digunakan untuk investasi jangka panjang yang akan memperkuat bisnis ABMM dalam lima tahun ke depan.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.