TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Narkotika Nasional Sumirat Dwiyanto mengatakan lambang Garuda Pancasila dijadikan stempel kemasan Narkoba. Stempel kemasan ini ditemukan di sebuah pabrik di sebuah gudang penyimpanan heroin di Afganistan saat operasi narkoba pada 3,5 tahun lalu.
"Hingga saat ini Indonesia dan Afganistan masih menyelidiki bagaimana bisa ada kemasan berlambang Garuda," kata Sumirat ketika ditemui di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Rabu, 24 Oktober 2012.
Sumirat mengatakan narkoba yang kemasannya bergambar Garuda itu akan diedarkan ke seluruh dunia. Peredaran gelap narkoba berjenis opium atau heroin di dunia, 93 persen berasal dari Afghanistan.
Berdasarkan survei BNN dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia pada 2011, prevalensi pengguna narkoba adalah 2,2 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 3,8 juta jiwa. Sedangkan pengguna heroin sebanyak 0,18 persen dari total penduduk Indonesia atau sekitar 922.843 jiwa.
Akibat penyalahgunaan narkoba pada 2010, Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp 41,2 triliun yang terdiri dari komponen biaya privat dan biaya sosial.
SUNDARI
Ini, 10 Miliarder Indonesia 2012 Versi Forbes
Tiga Jurus Jokowi Atasi Banjir Kampung Pulo
Janda Cantik Pemilik Toko Emas Diduga Dibunuh
Naik Atap Mobil, Ahok Temui Pendemo
Jokowi Bagikan Beras di Kampung Pulo Â



Yahoo! OMG