Kabut Asap

Gedung DPR Target Bom Teroris

Laporan Wartawan Tribunews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Arsyad Mbai, menyatakan, DPR menjadi target pengeboman dari kelompok teroris.

Informasi itu berdasarkan pengakuan tersangka yang ditangkap di Poso pada Juli lalu, Mujib.

Dan informasi itu sudah dilaporkan ke pimpinan DPR. "Itu pernyataan Mujib. Saya hanya melaporkan, karena sudah salah besar kalau kejadian (terjadi ledakan), saya tidak sampaikan," ujar Arsyad usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi III di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/9/2012) malam.

Hasil interogasi kepada Mujib, diakui dia sudah melakukan tiga kali survei ke gedung DPR. "Sudah tiga kali survei. Begitu dia katakan, segera kami beritahukan," imbuhnya.

Ansyaad mengaku sudah memperhitungkan adanya penilaian dari sejumlah pihak bahwa dirinya hanya mencari sensasi dan membuat panik dengan menyampaikan ke publik.

"Itu memang saya pikirkan sejak awal, pasti dituduh bikin panik. Tapi, saya kira itu yang terbaik, jangan sampai kami belum beri tahu, salah besar. Ini (gedung DPR) kedaulatan negara yang paling top. Kalau ini yang diserang teroris, maka kita sudah kalah dengan teroris," kata dia.

Arsyad enggan menjawab saat ditanya alasan kelompok teroris menargetkan para "markas politikus". "Nanti kalau saya ngomong, menakut-nakuti," jawabnya.

Ansyaad menegaskan, bahwa apa yang disampaikannya ini adalah demi antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Daripada nanti terjadi, kami enggak beri tahu? Kami hanya memberikan fakta, yah terserah. Ya selalu (ada potensi). Ya kalian juga kan yang ribut, kalau ada kejadian ini, intel ke mana," tukasnya.

BACA JUGA:

  • Farhan Marah Saat Gagal Rampok Toko Mas di Klewer
  • Bibi Firman Masih Syok Berat
  • Akses Jalan ke Lokasi Penyergapan Teroris Depok Dibuka
  • Dua Hari Lagi Jenazah Farhan dan Muchsin Boleh Dibawa Pulang
  • Benih Terorisme Jerumuskan Indonesia Negara Gagal
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat