Berburu Harta Luthfi

Gempar Misteri Arafat, Israel Bungkam

Liputan6.com, Yerusalem: Otoritas Nasional Palestina (PNA) telah resmi melakukan penggalian makam pemimpin Palestina Yasser Arafat pada Rabu yang dilanjutkan dengan autopsi jenazah, [baca:  Jenazah Yasser Arafat Akan Diotopsi]. Penggalian makam itu atas permintaan anggota keluarga, guna mencari bukti apakah ia diracun dengan zat radioaktif langka Polonium-210.

Namun ketika masyarakat Palestina begitu ingin tahu mengenai misteri di balik kematian pemimpinnya, pemerintah Israel justru berdiam diri terhadap masalah itu.

Meskipun belum ada pencerahan atas bukti terhadap pelaku pembunuhan itu, namun banyak warga Palestina mencurigai Israel yang berada di balik kematian Arafat. Apalagi di tengah gemparnya penemuan zat berbahaya Polonium-210 pada barang-barang milik Arafat. Namun pemerintah Israel tidak membuat pernyataan resmi tentang masalah tersebut, Kamis (5/7).

"Tak ada yang dapat kami katakan," kata seorang pejabat Israel atas permintaan Xinhua. "Catatan medis Arafat tidak disegel oleh Israel, tetapi oleh dokter di rumah sakit Prancis di mana ia meninggal. Jika rakyat Palestina ingin tahu mengapa ia meninggal, mereka harus meminta keterangan dari dokter tersebut, bukan kita".

Pada 2004, Israel memang mengizinkan Arafat meninggalkan West Bank untuk menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit Prancis. Kemudian ia meninggal di Prancis, dan dimakamkan di Kota West Bank Ramallah tanpa autopsi.

Saeb Erekat, kepala negosiator Palestina, menyerukan penyelidikan internasional atas kematian Arafat. Menurutnya permintaan tersebut merupakan keingintahuan nasional masyarakat Palestina.(TNT/MEL)