TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Direktur Utama PT Exartech Technology Utama Gerhana Sianipar tiba-tiba muncul di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis siang, 2 Agustus. Kedatangan saksi kunci kasus suap anggota Badan Anggaran DPR, Angelina Sondakh, itu sempat membetot perhatian karena tidak terjadwal di KPK.
Gerhana, yang tak lain anak buah eks Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, hanya tersenyum saat ditanyai ihwal kedatangannya. Wanita berambut panjang yang berpakaian biru hitam itu lantas memasuki ruang tunggu KPK dengan senyum mengembang.
Juru bicara KPK Johan Budi S.Prasetyo yang dikonfirmasi belum mengetahui tujuan kedatangan Gerhana ke kantornya. "Nanti saya cek," ujarnya saat dihubungi melalui pesan pendek siang ini.
PT Exartech adalah satu dari lima anak perusahaan Grup Permai yang sempat memiliki saham di PT Garuda Indonesia (Persero). Sebanyak lima perusahaan Nazaruddin, yang kini terpidana suap wisma atlet SEA Games, Palembang, membeli saham Garuda sebesar Rp 300,85 miliar.
Gerhana yang memimpin perusahaan itu juga merangkap jabatan di bagian keuangan Grup Permai. Dalam dokumen pemeriksaannya, dia mengaku berkomunikasi dengan koleganya, Mindo Rosalina Manulang, untuk mencairkan duit proyek kepada Angelina Sondakh. Ia juga mengetahui pencairan duit komisi proyek wisma atlet terhadap sejumlah pejabat pemerintahan di Palembang.
TRI SUHARMAN
BWF Diskualifikasi Delapan Atlet Badminton
Perselingkuhan, Pejabat Semarang Pukul Wartawan
"Bayi Besar" Bermunculan di Amerika
Satu Jenderal Polisi Lagi Jadi Tersangka
Gubernur Tersangka, Agenda Akpol Berantakan
Panwaslu Miliki Video Rhoma Irama Ceramah SARA
Djoko Susilo Ancam Perkarakan KPK
Didiskualifikasi, Atlet Bulu Tangkis Ini Pensiun
Ahok Yakin Foke Tidak Embuskan Isu SARA



Yahoo! OMG